RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Efek Perceraian Lebih Buruk Buat Anak Daripada Kemiskinan

Efek Perceraian Lebih Buruk Buat Anak Daripada Kemiskinan

Seberapa sering Anda makan bersama anak? Bisa jadi karena kesibukan, kegiatan tersebut jarang dilakukan. Padahal menurut penelitian makan bersama setidaknya tiga kali seminggu bisa membuat ikatan antara orangtua dan anak lebih kuat.

“Makan bersama di malam hari sebagai sebuah keluarga juga penting. Anak-anak yang makan malam bersama keluarga setidaknya tiga minggu sekali dilaporkan (dalam penelitian itu) tumbuh menjadi anak yang lebih bahagia dengan kondisi keluarga mereka ketimbang anak-anak yang tidak mendapatkan itu,” jelas peneliti.

Penelitian tersebut dilakukan para peneliti di empat universitas di Inggris yaitu Essex, Oxford, Warwick dan Surrey. Ada 40 ribu rumah tangga di Inggris yang dilibatkan dalam penelitian itu.

Penelitian itu mengajukan beberapa topik pertanyaan mulai dari hubungan keluarga, pekerjaan, kesehatan, pendidikan, politik dan perubahan cuaca. Salah satu topik yang cukup penting diungkapkan adalah tentang pentingnya hubungan keluarga pada perkembangan anak.

Menurut penelitian itu, ketimbang hidup dalam kemiskinan, kehancuran sebuah pernikahan lebih berdampak buruk pada anak. “Tidak hidup dengan kedua orangtua, punya efek negatif yang lebih besar pada kebahagiaan hidup anak ketimbang keadaan materi mereka,” jelas salah satu peneliti seperti dilansir Telegraph.

“Hubungan antara kedua orangtua dan dengan anak mereka sangat penting untuk perkembangan emosional dan kognitif anak serta stabilitas keluarga,” tambah peneliti.

Masih berdasarkan penelitian tersebut, anak-anak lebih bahagia dengan kondisi keluarga jika melihat orangtua mereka bahagia dan saling berhubungan satu sama lain. Hanya saja perlu dicatat, anak yang mendapatkan ‘bullying’ dari saudara kandungnya bisa berdampak pada mental dan perilakunya di sekolah.

Para peneliti menekankan pentingnya para orangtua menyempatkan diri mengobrol dengan anak-anak mereka. Anak-anak butuh berdiskusi dengan setidaknya salah satu dari orangtua mereka agar tetap merasa terlindungi.
(eny/hst)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*