RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Banyak Tidur atau Kurang Tidur Sama-sama Bikin Cepat Pikun

Banyak Tidur atau Kurang Tidur Sama-sama Bikin Cepat Pikun

Sekali waktu tubuh perlu diberi waktu yang cukup untuk istirahat, artinya tidak lebih dan tidak kurang. Kurang tidur memberikan efek yang sama dengan kebanyakan tidur, yakni menyebabkan otak menderita pikun sekitar 4-7 tahun lebih awal.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jane Ferrie, PhD dari University College London Medical School menunjukkan, otak lebih cepat mengalami kemunduran fungsi kognitif jika terlalu sering diistirahatkan. Efeknya sama saja dengan ketika jarang diistirahatkan.

Hasil pengamatan terhadap 5.431 partisipan dalam penelitian itu menunjukkan, tidur lebih lama dari 8 jam menyebabkan hasil tes kecerdasan turun dibandingkan kelompok kontrol yang tidur 6-8 jam. Nilai paling rendah teramati pada kemampuan berlogika, kosakata dan kognitif.

Hasil yang sama juga teramati pada partisipan yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari. Satu-satunya komponen kecerdasan yang tidak terpengaruh oleh lamanya waktu tidur hanya kemampuan mengingat jangka pendek, sedangkan komponen lainnya termasuk kemampuan berlogika juga menurun.

Menurut Dr Ferrie, penurunan fungsi kognitif yang terjadi pada partisipan yang tidur lebih singkat atau lebih lama juga dialami oleh partisipan yang tidur dengan durasi ideal yakni 6-8 jam. Hanya saja pada partisipan yang waktu tidurnya ideal, kemunduran tersebut baru terjadi 4-7 tahun kemudian.

Ketika dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, lamanya waktu tidur dalam sehari yang paling ideal bagi wanita adalah 7 jam dan yang terbaik kedua adalah 6 jam. Pada pria, tidur selama 6,7 atau 8 jam tidak menunjukkan perbedaan efek yang signifikan di otak.

“Dampak negatif dari kebanyakan tidur, terlalu sedikit atau tidur kurang berkualitas belakangan ini makin menjadi perhatian karena efeknya berhubungan dengan berbagai aspek kesehatan,” ungkap Dr Ferrie seperti dikutip dari Medicalnewstoday. (Mitra FM/dtk)

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh:¬†Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*