RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Tanamkan Karakter sejak Dini

Tanamkan Karakter sejak Dini

TAK hanya kepandaian akademik, pendidikan karakter juga sangat penting diajarkan di sekolah. Agar menjadi pribadi yang berkarakter kuat, sebaiknya pendidikan karakter diajarkan sejak dini.

Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dipilih sebagai tema hari Pendidikan Nasional yang jatuh hari ini. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyatakan, karakter kebangsaan menjadi hal penting dalam perkembangan sebuah bangsa.

Dalam proses pembentukannya, karakter kebangsaan menjadi tugas bersama, terutama para penentu kebijakan. ”Karakter yang ingin kita bangun adalah karakter cinta terhadap Tanah Air, itu yang paling mendasar,”kata Nuh.

Agar karakter tersebut tertanam kuat pada diri seseorang, perlu ditanamkan sejak dini. Salah satunya melalui pendidikan anak usia dini (PAUD).

”Karena esensinya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, pendidikan karakter kebangsaan memang harus dimulai sejak PAUD,” ujarnya.

Untuk itu, tahun ini pemerintah menjadikan PAUD sebagai gerakan nasional menyongsong 2045. Bila berjalan lancar, pada tahun tersebut tepatnya pada usia 100 tahun Indonesia merdeka, fondasi pilar-pilar berbangsa dan bernegara semakin kuat saja.

Manfaat PAUD bagi anak usia dini belakangan ini kian terasa. Lihat saja PAUD yang tersebar di berbagai daerah selalu ramai oleh anak-anak kecil. Asyiknya lagi, PAUD bisa diikuti oleh semua kalangan karena biaya yang sangat murah.

PAUD merupakan proses pendidikan bagi anak yang diselenggarakan oleh pemerintah bekerja sama dengan UNICEF. Kurikulum PAUD disusun sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. Manfaat PAUD sangat luar biasa, terutama sebagai pendidikan usia dini bagi anak, PAUD diintegrasikan bersama dengan taman posyandu sehingga dianggap sebagai posyandu plus.

Taman posyandu dapat berupa tempat belajar dan bermain bagi anak balita serta mendapatkan berbagai layanan kesehatan, seperti pemberian imunisasi, makanan tambahan, dan vitamin A, penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan.

Selain itu juga, pemberian layanan kesehatan untuk ibu hamil serta pendidikan bagi para orangtua mengenai pengasuhan untuk meningkatkan perkembangan otak anak agar konsisten antara pengasuhan di rumah dan di lembaga PAUD.

Selain itu, manfaat PAUD sangat besar dapat dirasakan oleh masyarakat yang berada pada lokasi pedesaan dan untuk masyarakat yang mengalami kendala dalam pemberian pendidikan usia dini bagi anak. Agar program ini dapat berkembang pesat,diharapkan setiap pihak membantu perkembangan kurikulum PAUD.

Namun demikian, tentu setiap jenjang umur adalah berbeda- beda dalam pendidikannya, sebagai contoh; di waktu bayi pendidikan yang kita dapatkan yaitu dari orangtua, dengan mengajari berbicara, memperdengarkan kata-kata yang baik,dan lain sebagainya.

Itu sebabnya sebagai orangtua tidak boleh mengajarkan sesuatu pun yang negatif kepada bayi karena setiap yang didengar akan direkam kuat oleh inderanya. Begitu pula bila dia telah berumur empat sampai lima tahun, tentu pendidikannya pun berbeda lagi, begitu seterusnya.

Pendidik PAUD Harus Lebih Kreatif

Mendukung program PAUD ini, Ikatan Alumni ITB Komisariat 85 menargetkan akan membina 10.000 pendidik anak usia dini di seluruh Indonesia agar lebih meningkatkan kreativitas dengan menerapkan prinsip Gerak Suara dan Gambar (GSD) kepada anak didiknya.

”Pembinaan tersebut adalah salah satu bentuk komitmen kepedulian kami terhadap masyarakat,” kata Larasati Sedyaningsih, Ketua Ikatan Alumni (IA) ITB Komisariat 85.

Dia berharap, pembinaan tersebut membuat para pendidik menjadi lebih kreatif dengan menerapkan prinsip tersebut. Tujuan pembinaan yang dilaksanakan melalui workshop itu adalah untuk membuat anak-anak sebagai generasi penerus menjadi kreatif, inovatif, dan berakhlak baik.

”Pembinaan terhadap 10.000 pendidik itu akan dilakukan di 20 kota besar yang ada di Indonesia,” ujar Larasati.

Pembinaan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan target sekitar empat tahun ke depan sampai masa kepemimpinannya berakhir. ”Pembinaan ini dilaksanakan pertama kalinya di Bandung, kemudian yang kedua di Kota Denpasar,” kata Larasati.

Antusiasme peserta workshop selalu meningkat. Pada pelatihan di Bali pada Desember tahun lalu diikuti oleh 500 peserta, sedangkan pelaksanaan sebelumnya di Bandung jumlah peserta 750 orang.

”Antusiasme peserta setiap kota begitu tinggi mencapai ratusan orang. Tahun 2011 workshop akan dilaksanakan di Bandung, Surabaya, Jayapura, Jambi dan Balikpapan,” ujarnya.

Sementara Andi Yudha Asfandiyar, CEO Picu Pacu Kreativitas Indonesia menyatakan, tingkat keberhasilan prinsip GSD untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini secara kuantitatif tidak mudah, namun dapat dilihat dari perubahan yang dialami oleh anak tersebut.

”Prinsip tersebut dapat membawa perubahan yang positif bagi si anak baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Andi. (Mitra FM/oke)

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh: Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*