RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Gula Bikin Pengobatan Antibiotik Makin Ampuh

Gula Bikin Pengobatan Antibiotik Makin Ampuh

Secangkir kopi atau teh tanpa gula akan terasa hambar bagi penikmatnya. Namun, pemanis ini ternyata punya manfaat lain. Studi terbaru menemukan, kombinasi antibiotik dan gula meningkatkan efektivitas  pengobatan antibiotik.

Uji laboratorium menunjukkan glukosa dan fruktosa, sejenis gula dari tanaman merangsang ketahanan tubuh bakteri menjadi lebih rapuh terhadap pengobatan.

Profesor James Collins dari Boston University, mengungkapkan, “Gula tidak menurunkan khasiat obat, tapi meningkatkan kinerjanya,” ucapnya seperti dikutip dari Telegraph.

Infeksi kronis dan berulang seringkali terjadi ketika bakteri menjadi metabolik aktif. Sehingga, bakteri tahan terhadap efek penggunaan antibiotik.

Resistensi bakteri kerap terjadi selang beberapa minggu atau bulan. Ditandai dengan kambuhnya penyakit pasien menjadi lebih parah dari sebelumnya. Resistensi bakteri juga berpotensi menyebarkan infeksi ke ginjal dan organ lainnya.

Dari uji terhadap bakteri Escherichia coli (E. Coli), penyebab umum infeksi saluran kencing, peneliti mampu membasmi 99,9 persen bakteri persisten dalam dua jam. Pada kombinasi antibiotik dan gula, pemanis berfungsi sebagai stimulan aktif sehingga membuat bakteri rentan terhadap serangan antibiotik. Sedangkan penggunaan antibiotik tanpa gula, tak berpengaruh sama sekali.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature itu mengungkap, pengobatan antibiotik dengan gula juga efektif membasmi bakteri Staphylococcus aureus, penyebab infeksi pencernaan mematikan.

Prof Collins kini berencana untuk menyelidiki apakah sifat aditif gula mampu meningkatkan efektivitas obat tuberkulosis (TBC). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), TB adalah infeksi paru-paru kronis menular yang menyebabkan kematian sekitar 4.700 orang tiap hari.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan efektivitas antibiotik yang ada. Daripada menciptakan obat baru yang butuh proses yang panjang dan mahal,” ungkap peneliti lain, Kyle Allison.

Ia menambahkan, temuan berpotensi meningkatkan kesehatan dari infeksi serta mengurangi biaya perawatan kesehatan.

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh: Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*