RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Langkah Menghadapi Tekanan Anak di Sekolah

Langkah Menghadapi Tekanan Anak di Sekolah

Tekanan sekolah kini berbeda dengan tekanan sekolah zaman kita dahulu. Sekarang anak-anak dihadapkan dengan kurikulum yang lebih berat, dan selalu dituntut untuk  bisa belajar lebih. Mereka diharuskan berangkat ke sekolah pagi, dan baru bisa pulang di sore hari.

Kondisi seperti ini tidak jarang membuat si kecil mengalami stres. Mari redakan stres dengan mengajak si kecil berjalan kaki ke sekolah. Penurunan tingkat stres ini diyakini mampu mencegah meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah yang bisa memicu penyakit kardiovaskular di kemudian hari, jelas para peneliti dari University at Buffalo, New York.

Studi kali ini melibatkan 20 anak perempuan dan 20 anak lelaki, dengan kisaran umur 10 hingga 14 tahun. Mereka dibagi ke dalam 2 kelompok. Grup pertama mengikuti stimulasi pergi ke sekolah dengan duduk di bangku yang nyaman dan melihat slide show selama 10 menit yang berisi gambar-gambar lingkungan  perumahan, dan diakhiri dengan gambar sekolah.

Sedangkan kelompok kedua disuruh berjalan 1,5 km di atas treadmill dengan kecepatan yang disesuaikan sendiri sambil menggendong tas sekolah mereka yang memiliki berat 10 persen dari berat badan mereka. Ketika berjalan, para relawan ini juga melihat gambar-gambar lingkungan perumahan di layar.

Usai melakukan stimulasi, kedua kelompok anak diminta beristirahat selama 20 menit, kemudian diminta mengikuti tes dimana mereka harus mengidentifikasi warna dari nama warna yang diketik dengan warna yang berbeda. Contoh, kata hijau ditulis dengan tinta biru.

Secara rata-rata, pada kelompok pejalan kaki denyut jantung mengalami peningkatan sekitar 3 denyut per menit. Sedangkan untuk kelompok yang lain, denyut jantung naik sekitar 11 denyut per menit.

Dibandingkan dengan anak yang berjalan kaki, anak yang “berkendara” memiliki tekanan darah sistolik lebih tinggi tiga kali lipat, plus mereka menerima stres dua kali lebih cepat, demikian laporan penelitian yang dipublikasikan dalan jurnal Medicine & Sciene in Sport & Exercise.

“Proses penyakit kardiovaskular dimulai dari masa kanak-kanak, jadi apabila kami bisa menemukan cara untuk menghentikan atau memperlambat proses tersebut, maka hal tersebut bisa memberikan mafaat kesehatan yang penting,” jelas James Roemmich, profesor pediatri, olahraga dan ilmu gizi.

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*