RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Di Madagaskar, 1 Pekan Ditemukan 1 Spesies Baru

Di Madagaskar, 1 Pekan Ditemukan 1 Spesies Baru

Madagaskar, pulau besar yang terletak di bagian timur pantai Afrika merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan spesies jenis baru. Karena sejak tahun 1999 hingga saat ini para ilmuwan telah menemukan 615 spesies baru.

Rata-rata setiap pekannya di Madagaskar ditemukan satu spesies baru. Pola ini telah bertahan sejak 12 tahun terakhir, dan belum menunjukkan tanda untuk berhenti. Madagaskar sendiri merupakan pulau keempat terbesar di dunia.

Seperti yang dikutip dari Softpedia, Senin (6/6/2011), salah satu alasan utama mengapa begitu banyak spesies ditemukan di Madagaskar adalah karena pulau tersebut memisahkan sub-kontinen Afrika dan India sekira 80 dan 100 juta tahun yang lalu.

“Proses evolusi hewan di pulau ini juga cukup berbeda dengan lainnya. Proses ini juga mengarahkan pada keberagaman hewani,” ujar para ilmuwan. Setiap penemuan spesies baru di Madagaskar dilaporkan oleh WWF.

“Semua spesies yang ditemukan di sini sangat unik, dan tidak bisa ditemukan di belahan Bumi manapun,” jelas Nanie Ratsifandrihamanana, Conservation Director dari WWF Madagaskar.

Sampai saat ini di Madagaskar, secara keseluruhan para ilmuwan telah menemukan 385 tanaman baru, 42 invertebrata, 41 mamalia, 61 reptil, 17 ikan dan 69 amfibi. Para ahli juga mengatakan bahwa ke depannya angka-angka tersebut akan terus bertambah.

“Perkembangan teknologi modern dewasa ini semakin mempermudah para ilmuwan untuk mengkodekan DNA serta meneliti spesies-spesies baru tersebut,” jelas Ratsifandrihamanana.

Ironisnya, Madgaskar juga merupakan salah satu wilayah yang keanekaragaman hewaninya juga rentan, karena semakin pesatnya habitat manusia di pulau tersebut. Contohnya sekira 90 persen hutan yang menutupi pulau tersebut telah hilang.

“Kami mencoba untuk menghimbau komunitas lokal, agar mereka bisa mengelola lebih baik lingkungan mereka sendiri,” ungkap Ratsifandrihamanana. (Mitra FM/oke)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com –¬†Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*