RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Pemanasan Global membuat Platypus Terancam

Pemanasan Global membuat Platypus Terancam

Pemanasan Global mengakibatkan penyusutan populasi habitat hewan platypus di Australia. “Suhu kering  akibat pemanasan yang secara terus menerus dapat mengancam kelangsungan hidupnya,” Ujar para peneliti Australia.

Platypus merupakan hewan sejenis burung, mamalian dan memiliki karakteristik seperti reptil. Disebut demikian karena, platypus memiliki paruh seperti bebek dan organ reproduksi platypus juga mirip dengan burung yaitu bertelur. Namun anehnya, hewan ini menyusui anak mereka layaknya hewan mamalia dan platypus adalah hewan berbisa seperti reptil, ‘bisa’ tersebut digunakan untuk bertarung memperebutkan wilayah atau pertempuran antar teman.

Seperti yang dilansir Straits Times, Sabtu (25/6/2011), makhluk Australia yang satu ini biasa makan dimalam hari dan hidup di lubang tepi sungai mendalam untuk menghindari serangan predator seperti rubah dan elang. Platypus memakan cacing dan larva serangga yang digalinya atau ia tangkap pada saat berenang.

Platypus memiliki bulu yang tebal layaknya mantel. Salah satu cara penting memastikan kelangsungan hidup hewan ini ialah dengan cara masuk ke dalam lubang sungai dan waterholes. Para peneliti telah memetakan penurunan populasi khususnya terkait dengan pemanasan global.

Tim kemudian melakukan eksplorasi terhadap temuan mereka dengan menggunakan berbagai skenario perubahan iklim yang telah ditetapkan oleh lembaga penelitian ilmu pengetahuan pemerintah, CSIRO. Tim menganalisa bagaimana model pemanasan global bisa mempengaruhi spesies asli dari Astralia tersebut.

“Skenario terburuk kami pada saat ini menunjukan pengurangan sepertiga dari habitat Platypus itu berada. Selain itu, manusia juga terlibat dalam mempersempit habitat platypus di Australia seperti, pembukaan lahan baru dan pembendungan sungai untuk proyek hidroelektrik. ” kata peneliti Jenny Davis yang diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology.

“Iklim kering ini, membuat kita lebih jauh mengambil air dari lingkungan karena kebutuhan manusia dan predator akan menjadi sebuah isu kelangkaan platypus,” tambahnya.

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com – Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*