RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Inilah Kita, Potret Diri Kita

Inilah Kita, Potret Diri Kita

Sesekali tulislah. Buatlah daftar. Tulis siapa saja yang termasuk orang-orang shalih di dunia ini yang engkau kenal. Terlepas, yang sudah meninggal dunia atau yang masih hidup. Mulai dari nabi kita, Muhammad saw. hingga siapa saja yang engkau anggap layak disebut orang shalih.

Ratusan atau bahkan ribuan nama, tulislah. Mungkin kita akan tulis nabi kita di urutan pertama sebagai orang paling shalih di dunia. Kemudian nabi-nabi yang lain, para sahabat nabi, tabiin, tabiut tabiiin, ulama,  dst. Mungkin seperti itu.

Wahai diri, kira-kira beranikah engkau menempatkan dirimu masuk dalam daftar orang-orang shalih itu? Jika berani, di urutan ke berapakah engkau akan mencantumkannya?

Subhanallah. Jika kau sadar duhai diri,  sesadar-sadarnya, malu rasanya memasukkan ke dalam daftar orang-orang shalih itu. Bahkan di urutan ke sekian ratus ribu sekali pun. Ya, malu sekali. Mengapa? Karena kualitas ilmu dan amal kita begitu jauh jika dibandingkan mereka. Dan, begitu banyak orang-orang yang lebih baik dari kita.

Orang-orang shalih itu memiliki ilmu yang begitu luas. Nasehatnya menghunjam. Karyanya tak lekang oleh jaman. Amalnya mempesona. Apa kabar dengan kita? Ilmu apa yang sudah kita kuasai? Ucapan mana yang bisa menjadi nasehat dan menggetarkan hati orang-orang yang mendengarkan? Karya apa yang sudah kita torehkan untuk ummat ini? Amal shalih apa yang istiqamah kita lakukan?

Inilah kita. Potret diri yang harus selalu diperbaiki.

Duhai diri, hanya setitik ilmu yang kau punya.  Sedikit sekali amal shalih yang kau lakukan. Lalu pastaskah dikau bangga dengan ilmu, amal, kebaikan, atau apapun yang semuanya anugerah Allah itu? Sungguh, jika saat ini engkau masih merasa ada sesuatu yang bisa engkau banggakan serupa sebentuk kesombongan, merasa lebih atas itu semua, buatlah sekali lagi daftar itu. Buat pula daftar kebaikan apa yang pernah kau lakukan dan bandingkan dengan orang-orang shalih itu.

Duhai jiwa, tak perlu bangga. Ya, meskipun engkau telah berbuat baik sebanyak apapun, bahkan mungkin karena banyaknya kebaikan dan amal shalih sampai dikau merasa pantas menempatkan diri di urutan ke sekian ribu dari daftar orang-orang shalih. Katakan pada dirimu lagi, “Hai kamu, prestasi kebaikan apa yang kelak kau tinggalkan, yang diikuti, diteladani orang-orang setelahmu.”

Tegurlah lagi, “Wahai jiwa, jangan bangga dengan apapun yang telah kau lakukan, karena penerimaan atas itu masih ghaib bagimu.”

Duhai diri, kau perlu waspada akan rasa bangga atas kebaikan-kebaikan itu. Ingat nasehat Said bin Jubair . Beliau berkata, “Sesungguhnya (bisa saja) seorang hamba melakukan perbuatan kebaikan lalu perbuatan baiknya itu menyebabkan ia masuk neraka, dan sesungguhnya (bisa saja) seorang hamba melakukan perbuatan buruk lalu perbuatan buruknya itu menyebabkan dia masuk surga. Hal itu karena perbuatan baiknya manjadikan ia bangga pada dirinya sendiri, sementara perbuatan buruk itu menjadikan ia memohon ampun serta bertobat kepada Allah.”

Astaghfirullah. Bermohon ampun kita kepada Allah atas segala ketidakmampuan menjaga kebersihan hati ini. Benar saudaraku,  memperhatikan hati itu begitu sulit.(Harits Purnama)

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh: Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*