RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Anda » Pagi Tanpa Riya’

Pagi Tanpa Riya’

Bangun pagi sebelum shubuh itulah kebiasaan muslim. Bersama pagi banyak ibadah yang bisa muslim lakukan. Seperti pagi ini, bangun dan bergegas dalam ibadah. Witir dan tahajjud semoga tak terlupa. Kini, shalat shubuh, tilawah dan dzikir pagi.

Alhamdulillah semoga kita senantiasa terjaga hati, istiqamah dan ibadah semata-mata karena Allah kita melakukannya. Ya, ibadah sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan. Jauh dari riya’

Allah swt berfirman, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, Orang-orang yang berbuat riya, Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” (Al Maa’uun : 4-7)

Rasulullah  saw. bersabda, “Sesungguhnya hal yang sangat aku khawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik al asghar (syirik kecil), yaitu riya’. Pada hari Kiamat Allah berfirman ketika membalas amal-amal perbuatan manusia, ’Pergilah kalian kepada orang orang yang kalian pamerkan sewaktu di dunia. Lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan (bagian) dari mereka’.” (HR. Imam Ahmad)

Saudaraku, ini peringatan dari nabi, sekaligus kabar bahwa diantara manusia ada yang terperangkap dalam lubang ini, riya’. Padahal, kata nabi, riya termasuk syirik. Syirik yang menjadikan amal kita sia-sia.

Ahli hikmah mengibaratkan, orang yang riya’ seperti orang yang pergi ke pasar yang kantongnya diisi penuh dengan batu. Tujuannya, agar orang-orang melihatnya dengan kagum dan menyangka kantongnya penuh dengan uang.

Artinya, aktifitas apapun terutama ibadah, yang dilakukann sekalipun banyak, sungguh-sungguh, melelahkan, dan bahkan mengorbankan jiwa raga menjadi sia-sia jika ada riya’ yang mengikutinya. Karena riya’ itulah Allah tidak memberi balasan pahala, sebab yang diharapkan adalah pujian manusia.

Lalu seperti apa riya’ itu? Biarlah Ali bin Abi Thalib yang menjawabnya. Menurut Ali, ada empat ciri-ciri orang yang riya’. Pertama, ketika sendirian malas beramal; kedua, semangat beramal saat dilihat banyak orang; ketiga, bertambah amal jika di puji; dan keempat, mengurangi amal jika dicela orang.

Nah saudaraku, adakah satu atau lebih ciri-ciri riya’ itu ada dalam diri kita? Jika ada, waspadalah. Segera obati agar kerugian tidak menimpa kita.

Dan, inilah obat dari riya’ itu. Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah berkata, “Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar, jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka obat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan obat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)”.

Ya Rabb terima amal-amal kami. Jauhkan kami dari riya’, ujub dan sum’ah. Jadikanlah amal-amal kami ikhlas semata-mata hanya mengharapkanMu. Aamiin.(Harits Purnama)

Baca Juga

belajar-dimanapun-kapanpun

Belajar Kapanpun dan Dimanapun

Oleh: Agus Triarso, S.Kom (MitraFM.com) – “Belajar kapan pun dan dimanapun…!!!” Ya, itulah isu yang saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*