RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Menjadi “Single Parent” Yang Mandiri

Menjadi “Single Parent” Yang Mandiri

Fenomena “single parent” mulai lazim belakangan ini. Para orangtua tunggal adalah individu yang melakukan tugas ganda, baik sebagai ayah dan ibu. Namun hidup tanpa pasangan tidak harus membuat hidup menjadi kelam. Anda pun bisa menjadi orangtua tunggal yang mandiri.

Ambil Tugas Ayah. Peran ganda, sebagai ibu sekaligus ayah, atau sebagai ayah sekaligus  ibu pada single dad, memaksa seseorang untuk sendirian memikul tugas dua orang di pundaknya.

  • Tetap meluangkan waktu bermain dengan anak sepulang kerja.
  • Mencarikan teman bermain untuk anak saat merasa tidak sanggup atau  bermain ala lelaki.
  • Memilihkan permainan yang cocok dilakukan anak laki-laki dengan ibu, sehingga tetap ada waktu bermain bersama.
  • Tetap bekerja sama dengan mantan suami untuk mendidik anak.
  • Berusaha menjelaskan kondisi orangtua yang tidak lagi bersama, agar anak tidak bingung kenapa orangtuanya tidak tinggal bersama.

Masalah keuangan. Sekarang, segala keputusan yang menyangkut masalah keuangan, misalnya asuransi, tabungan, dan sebagainya, tidak lagi dapat berbagi dengan pasangan. Maka melakukan penghematan dan menurunkan standar hidup, mau tak mau harus dilakukan. Membeli mainan tak harus mahal, adalah sikap tepat karena mainan bukan kebutuhan primer. Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan selain psikolog adalah konsultan keuangan karena ia tetap harus memikirkan:

  • Tabungan pendidikan.
  • Asuransi kesehatan untuk mengcover pengeluaran biaya rumah sakit untuk diri sendiri dan anak.
  • Kemungkinan investasi melalui reksa dana.

Penerimaan Lingkungan. Tak bisa dipungkiri, masih ada sebagian orang menganggap hidup sendiri  ini sebagai ancaman bagi keharmonisan rumah tangga orang lain. Yang dibutuhkan adalah:

  • Teman untuk berbagi, seperti keluarga atau sahabat perempuan. Selain untuk berbagi, teman ini bisa membantu Ika menentukan sikap menghadapi pelecehan.
  • Tidak menutup diri, hanya tinggal di rumah dan tidak mau bertatap muka dengan para tetangga. Hadapi mereka dan ikuti kegiatan-kegiatan di sekitar rumah. Dengan demikian para tetangga lebih bisa memahami sebagai single mom.

Kebutuhan Seksual. Imej masyarakat yang menganggap para duda tidak bisa menahan hasrat seksualnya, membuat para duda cepat memutuskan untuk menikah. Padahal dorongan seksual bukan milik laki-laki semata. Sebetulnya tidaklah benar bila dikatakan hanya laki-laki saja yang tidak mampu menahan. Dorongan seksual yang ditahan bisa mengakibatkan:

  • Tubuh merasa tidak nyaman. Bahkan bagi pria, sperma harus setiap hari dibuang agar bisa kembali memroduksi sperma baru.
  • Kondisi emosi jadi tidak stabil, kemarahan bisa muncul dan peluang cukup besar untuk dilampiaskan kepada anak.

Untuk mengantisipasi:

  • Menyalurkan hasrat seksual tidak harus dengan kontak seksual. Lakukan  dengan cara lain seperti masturbasi.
  • Menonton film atau membaca majalah (triple X) bisa dijadikan sarana  untuk melampiaskan dorongan seksual.
  • Penuhi hari-hari Anda dengan aktivitas sehingga pikiran Anda tidak terobsesi memenuhi dorongan seksual.

Menjadi yang Terbaik. Kesibukan mendera orangtua tunggal sehingga melupakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Bahagiakan diri Anda, coba cara berikut:

  • Fokus pada apa yang dimiliki saat ini. Anak kini jadi pusat kehidupan Anda, karena hidup Anda sekarang hanya bersamanya. Jika anak melihat Anda murung, tidak nyaman atau tidak aman sendirian, ia akan merasakan hal yang sama. Nikmati hidup bersama anak, agar bisa merasakan kebahagiaan bersama.
  • Mengenal diri.  Hanya Anda yang tahu siapa diri Anda, seberapa kemampuan Anda, apa yang Anda inginkan saat ini. Tinggalkan segala pikiran negatif tentang kesendirian dan berlatihlah untuk merasa nyaman dengan diri sendiri. Lakukan apa yang bisa membuat Anda bahagia. Anda butuh me time!
  • Libatkan anak-anak. Anak perlu dilibatkan ketika peran orangtua hilang satu. Bukan untuk menggantikan ibu atau ayah yang baru. Misalnya dekat dengan paman, bibi atau kakek dan nenek untuk mengisi kekosongan salah satu peran orangtua.
  • Sadar bahwa Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi anak. Anda tidak perlu merasa tertekan, sebab bukan berarti anak-anak tidak bisa mendapat kasih sayang yang utuh. Kasih sayang dapat diperoleh anak dari saudara atau orang-orang terdekat, bahkan ayahnya yang masih kerap mengunjunginya.(ayahbunda)

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*