RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | YM: radiomitra | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Mitra Update » Membiarkan Bayi Menangis Bikin Hormon Testosteron Pria Naik

Membiarkan Bayi Menangis Bikin Hormon Testosteron Pria Naik

Secara biologis, hormon seks testosteron pada tubuh pria bisa mengalami peningkatan dan penurunan tergantung usia, makanan, kondisi tubuh dan situasis. Penelitian terbaru menunjukkan saat mendengar tangisan bayi dan tak bisa menghentikannya bisa membuat peningkatan hormon seks testosteron.

Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of Michigan, Ann Arbor. Menurut peneliti, temuan ini dapat menyoroti interaksi kompleks antara hormon, perilaku dan persepsi terhadap situasi.

“Hormon dan perilaku terhubung dalam cara yang dinamis dan kompleks, lebih kompleks dari yang kita pikirkan. Hormon dapat berubah tergantung konteks dan perilaku, persepsi kita bahkan dapat mempengaruhi endoktrin. Jadi situasi dapat menimbulkan pola yang berbeda dari respons hormonal tergantung bagaimana kita berperilaku,” ujar Sari van Anders, neuroendocrinologis dari University of Michigan, Ann Arbor, seperti dilansir Livescience, Rabu (14/12/2011).
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menjadi orangtua dapat menurunkan testosteron pada pria. Namun penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa mendengar tangis bayi justru dapat meningkatkan testosteron.

Dalam penelitian tersebut peneliti membuat percobaan menggunakan boneka bayi interaktif yang sering digunakan untuk mengajar siswa SMA untuk bertanggung jawab menjadi orangtua. Boneka tersebut bisa membuat suara, termasuk menangis dengan keras. Satu-satunya cara untuk menghentikan tangis adalah dengan menggesekkan gelang sensor pada boneka dan menghiburnya, persis seperti bayi sungguhan.

55 partisipan diminta untuk mendengarkan tangis bayi dan mencoba untuk menenangkannya. Namun sebelum percobaan dimulai, partisipan diminta untuk memberikan air liur untuk pengukuran testosteron. Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan tentang suasana hati.

Setelah itu, partisipan diminta kembali menyerahkan sampel liur untuk mengukur perubahan testosteron. Hasilnya, pria yang berhasil menenangkan bayi mengalami penurunan testosteron sebesar 10 persen, sedangkan yang hanya mendengar tangis tapi tidak bisa menanggapi justru mengalami peningkatan testosteron sebesar 20 persen.
“Mendengar tangis bayi yang semakin kesal, ditambah dengan teriakan melengking, tanpa mampu memberikan respons mungkin menjadi isyarat bahaya atau tanggap darurat fisiologis untuk perlindungan bayi. Itu bisa memacu banjir testosteron, sebagai teori telah menghubungkan testosteron lebih tinggi karena beberapa jenis perilaku,” jelas Sari van Anders.

Menurut van Anders, temuan ini dapat membantu memperluas ide-ide tentang pengasuhan anak dan persepsi yang disederhanakan tentang testosteron dan orangtua.

“Testosteron tinggi dapat dikaitkan dengan aspek-aspek tertentu dari orang tua atau tanggapan terkait bayi,” tutup van Anders.

Baca Juga

mitrafm.com Aksi Sehat 212 BMH

Aksi Sehat 212 BMH

MitraFM.com – Aksi Sehat 212 BMH. Besok (2-12-2016) akan digelar Aksi Bela Islam 212 menuntut ditegakkan hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*