RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Jika Dibikin Gemuk, Anak dengan Bobot Lahir Ringan Rentan Kena Diabetes

Jika Dibikin Gemuk, Anak dengan Bobot Lahir Ringan Rentan Kena Diabetes

Sungguh sedih apabila terserang kencing manis karena penyakit ini berisiko memicu penyakit kronis dan tak dapat disembuhkan. Walau namanya manis, nyatanya penyakit ini berbuah pahit bagi kesehatan. Risikonya lebih tinggi apabila anak dilahirkan dalam kondisi tertentu.

“Anak yang berat lahirnya rendah atau lebih 4 kg tidak boleh jadi obesitas. Ketika jadi obesitas, anak-anak ini lebih berisiko mengalami resistensi insulin sehingga kadar gula darahnya terganggu dan memicu diebetes,” kata dr Aman B. Pulungan SpA.(K), konsultan endokrin anak RSCM dalam acara diskusi media bertema ‘Fenomena Diabetes Anak’ yang diselenggarakan Roche di Giggle The Fun Factory FX Senayan, Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Dr Aman menjelaskan, pada anak dengan berat lahir lebih dari 4 kg, proses resistensi insulin sudah terjadi sejak dalam kehamilan. Sedangkan pada anak dengan berat lahir rendah, ia sudah terbiasa lapar. Apabila dibiasakan menjadi gemuk, terjadilah proses resistensi insulin yang dapat memicu munculnya diabetes.

Kebanyakan orang tua umumnya senang apabila melihat bayinya montok dan gemuk. Namun untuk kedua kriteria bayi di atas, dr Aman menghimbau agar bayi jangan diberi nutrisi berlebihan sampai menjadi obesitas atau gemuk. Kemunculan diabetes ini tidak serta merta, namun bertahap saat anak kemudian menjadi dewasa.

Walau demikian, bukan berarti anak-anak lantas aman dari diabetes. Kasus diabetes pada anak-anak biasanya lebih parah karena tidak disebabkan resistensi insulin atau penolakan sel-sel tubuh terhadap insulin yang berfungsi mengubah gula darah, melainkan disebabkan karena tidak tersedianya insulin sama sekali. Diabetes ini disebut diabetes tipe 1.

Di Indonesia, angka kasus diabetes tipe 1 pada anak cenderung mengalami kenaikan. Dr Aman memperkirakan bahwa ada peningkatan 0,3 kasus setiap 100000 anak per tahun atau ada sekitar 240 kasus diabetes tipe 1 per tahunnya.

“Dari hasil pemetaan 40 dokter endokrin anak yang tersebar di seluruh Indonesia, kasus diabetes tipe pada anak di tahun 2009 ada sebanyak 156 kasus. Di tahun 2012, jumlahnya meningkat menjadi 816 kasus. Artinya ada peningkatan 500 persen dalam waktu 3 tahun,” kata dr Aman.

Selain itu, dr Aman juga mengatakan bahwa masih banyak kasus diabetes pada anak yang tak terdiagnosis. Berdasarkan laporan dari para dokter pediatrik, kasus diabetes anak tertinggi ditemukan di DKI Jakarta, kemudian disusul Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Banten, bali dan Sumatra Barat.(detikhealth)

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...