RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Harga Daging Sapi di Malang Rp80 Ribu/Kg

Harga Daging Sapi di Malang Rp80 Ribu/Kg

Malang – Harga daging sapi kualitas baik di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang, Jawa Timur, menembus angka Rp80 ribu per kilogram atau naik sebesar Rp6 ribu per kilogram dari harga sebelumnya sebesar Rp74 ribu yang diduga dampak aksi jagal yang menuntut penyesuaian harga.

Salah seorang penjual daging sapi di Pasar Merjosari, Kota Malang, Isnani, Jumat, mengaku, kenaikan harga tersebut menyesuaikan dengan permintaan para jagal yang sehari sebelumnya mogok menyembelih sapi karena menuntut penyesuaian harga.

“Terus terang saja kenaikan harga daging sapi yang cukup tinggi ini menurunkan volume penjualan karena konsumen lebih memilih menu lain daripada daging sapi yang harganya sudah berubah ini,” katanya.

Harga daging sapi di pasar tradisional rata-rata mencapai Rp4 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram. Harga daging dengan kualitas bagus sebelumnya hanya Rp74 ribu per kilogram, kualitas dua sebelumnya seharga Rp68 ribu menjadi Rp72 ribu per kilogram dan daging rawonan seharga Rp66 ribu per kilogram.

Ia mengakui, kenaikan harga daging sapi tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah pembeli maupun volume penjualan hingga 50 persen. Sebelum ada kenaikan harga, Isnani mampu menjual daging rata-rata sebanyak 50-70 kilogram per hari.

Senada dengan Isnani, penjual daging sapi lainnya, Husniah mengatakan, dirinya juga telah menaikkan harga jual sesuai dengan permintaan jagal dari Rumah Potong Hewan (RPH).

“Daripada tidak ada pasokan daging dari jagal di RPH, lebih baik kami menaikkan harganya. Konsumen juga sudah saya beritahu sebelumnya agar mereka tidak kaget,” ujarnya.

Kenaikan harga daging yang cukup besar itu juga dikeluhkan oleh konsumen, khususnya para pemilik warung dan penjual bakso. “Karena harga dagingnya sudah mahal, ukuran bakso yang kami jual kami perkecil agar kami tidak rugi,” kata salah seorang penjual bakso keliling di kawasan Dinoyo, Wawan.(ant)

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...