RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Batu Malang » Pemkab Malang Siapkan Lahan “Onfarm” 2.500 Hektare

Pemkab Malang Siapkan Lahan “Onfarm” 2.500 Hektare

Malang – Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyiapkan lahan sekitar 2.500 hektare untuk program “onfarm” kerja sama dengan Bulog dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang Purwanto, Senin, mengatakan lahan yang sudah ditanami untuk program onfarm tersebut mencapai 152 hektare di wilayah Pakis dan 132 hektare di Asrikaton.

“Secara bertahap kami akan siapkan lahan hingga mencapai 2.500 hektare, bahkan program onfarm ini sudah panen perdana di areal seluas 42 hektare di Pakis,” katanya.

Purwanto mengemukakan Pemkab Malang hanya menyiapkan lahannya saja dan Bulog yang menyediakan bibit serta pupuk. Sedangkan KTNA dan Gapoktan yang mengerjakan mulai dari penanaman hingga panen.

Menurut dia, bibit yang ditanam di lahan onfarm merupakan bibit unggul hibrida jenis Ciherang dan Cibogo dengan varietas Sembada 168. Potensi produksi kedua bibit unggul tersebut rata-rata mencapai 10 ton/hektare, namun saat ini masih sekitar 8 ton/hektare.

Padi Cibogo dan Ciherang, katanya, baru bisa dipanen setelah berumur antara 97 hingga 110 hari atau satu tahun bisa tiga kali panen. “Untuk memaksimalkan potensi panen ini, pengelola (Gapoktan dan KTNA) didampingi oleh penyuluh lapangan,” ujarnya.

Ia mengatakan program pertanian onfarm tersebut merupakan upaya alternatif guna mewujudkan Gerakan Peningkatan Pangan Beras melalu koorporasi.

Menyinggung pola tanam ketika terjadi musim kemarau yang cukup panjang, Purwanto mengatakan tidak ada masalah karena pola tanam petani sudah ditetapkan oleh tim dari sejumlah instansi terkait dan petani hanya mengikuti.

Namun, lanjutnya, pola tanam tersebut juga mempertimbangkan lokasi, apakah berdekatan dengan saluran irigasi yang cukup bagus atau tidak. Untuk lokasi tertentu pola tanamnya adalah padi-padi-palawija.

“Pola tanam ini sudah dikaji oleh tim dan menyesuaikan dengan lokasi, topografi serta kondisi alam di Kabupaten Malang, sehingga ketika musim kemarau atau hujan tidak menjadi masalah,” tandasnya.

Luas lahan panen di wilayah Kabupaten malang saat ini mencapai 69 ribu hektare dan luas lahan padi (sawah) mencapai 49 ribu hektare dengan potensi panen padi sekitar 460-480 ribu ton gabah kering giling (GKG). (ant)

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...