RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Mitra Update » Awas, Wanita Pekerja Rentan Kena Anemia

Awas, Wanita Pekerja Rentan Kena Anemia

Anemia gizi yang disebabkan kekurangan zat besi masih merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia, terlebih bagi ibu hamil dan para pekerja wanita.
Pekerja perempuan di Indonesia dalam usia reproduksi mempunyai beberapa permasalahan kesehatan.

Hasil studi menunjukkan bahwa prevelensi anemia pada wanita usia subur sebesar 26,4% sedangkan beberapa industri di kawasan Jabodetabek memperlihatkan penderita anemia sebesar 24%-42%.

“Para perempuan pekerja memiliki peran ganda. Selain sebagai pekerja, juga menjadi penanggung jawab pertumbuhan serta kualitas anak mereka sebagai generasi penerus,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dalam sambutannya pada acara Pencanangan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP) di Jakarta, Rabu (28/11).

Menkes menuturkan para pekerja perempuan yang jumlahnya mencapai 40 juta orang ini, sesuai dengan kodratnya, mereka mengalami haid, kehamilan, melahirkan, dan menyusui bayi. Kondisi itu memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik, agar generasi penerus terjamin kesehatannya.

Menurut Menkes, pekerja perempuan di Indonesia dalam usia reproduksi, mempunyai beberapa permasalahan kesehatan. Hasil studi menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia subur, sebesar 26,4% (SKRT 2001).

Selain itu hasil penelitian di beberapa industri di Tangerang, Jakarta, dan Depok memperlihatkan bahwa anemia pada pekerja perempuan sekitar 24-42%.

Padahal pekerja perempuan yang menderita anemia, output kerjanya rata-rata 5% lebih rendah, serta kapasitas kerjanya per minggu rata-rata 6,5 jam lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak terkenak anemia.
“Anemia menyebabkan pekerja mudah sakit, mudah terjadi kecelakaan, sehingga angka absensi meningkat. Dan kemungkinan apabila dia hamil, akan mempunyai risiko saat melahirkan, serta melahirkan bayi dengan berat badan rendah,” ungkap Menkes.

Permasalah lainnya, katanya, adalah tingkat pendidikan pekerja perempuan yang masih rendah. Data dari BPS 2010, menunjukkan bahwa 50,37% perempuan Indonesia berpendidikan SD ke bawah.

Hal tersebut, sambung Menkes, akan berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi. Ditambah lagi dengan lingkungan pemukiman yang kurang memperhatikan sanitasi, memungkikan pekerja perempuan mengalami penyakit infeksi yang kronis seperti malaria, TB, dan kecacingan.

Berdasarkan hal tersebut, katanya, pemerintah mencanangkan GP2SP. Dalam pencanangan ini juga diluncurkan pedoman GP2SP, sebagai acuan dalam pelaksanaan program ini, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan perusahaan.

GP2SP merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan beberapa instansi. Tujuannya untuk meningkatkan status kesehatan gizi pekerja perempuan, demi mencapai produktivitas yang maksimal.

Selain itu program ini dibuat untuk mendukung target pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s), yang telah disepakati dunia internaional. [inilah.com]

Baca Juga

Kenikmatan Dibalik Kenikmatan

MitraFM.com– Tak ada kenikmatan melebihi nikmat iman. Sangat beruntung orang-orang beriman karena dengan imannya ia ...