RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Batu Malang » Oknum Guru SDN Tulusrejo IV Aniaya Siswa

Oknum Guru SDN Tulusrejo IV Aniaya Siswa

Malang – Oknum guru SDN Tulusrejo IV Kota Malang, Jawa Timur, Djarno Teguh Prasetyo (50) diduga telah menganiaya siswa-siswinya di kelas 3.

Karena sudah tidak tahan dengan aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru kelas 3 tersebut, sejumlah wali siswa unjuk rasa di halaman sekolah itu agar guru bersangkutan dimutasi ke sekolah lain, Kamis.

“Sudah berbulan-bulan kami bersabar, mungkin anak-anak kami yang bandel, sehingga gurunya memberikan hukuman. Namun, ternyata sikap guru tersebut semakin menjadi-jadi dan anak-anak selalu menjadi sasaran kemarahan maupun ringan tangannya,” kata salah seorang wali murid kelas 3 Ny Bambang.

Menurut pengakuan Ny Bambang, guru tersebut sering memberikan hukuman yang tidak wajar pada siswanya. Di antaranya menampar, memukul dengan penggaris, mencoret-coret wajah siswa, dan yang terakhir merobek buku ulangan siswa.

Kejadian ini, katanya, telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dan pihak wali murid telah melaporkan ke kepala sekolah. Namun, sikap guru tersebut yang keras masih tidak juga berubah.

Ia mengaku, jika anaknya dan sejumlah siswa lainnya pernah ditampar oleh Teguh lkarena tidak mengumpulkan tugas. “Hukuman yang diberikan oleh guru bersangkutan tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan oleh siswa, apalagi mereka masih kecil,” tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, wali murid kelas 3 sudah sepakat agar guru tersebut dimutasi dari SDN Tulusrejo IV. “Kami tidak mau anak-anak kami diajar oleh guru yang ringan tangan dan suka marah,” tegasnya.

Sementara itu Djarno Teguh Prasetyo mengakui jika tindakan yang dilakukannya itu salah. Namun, ia membantah telah melakukan pemukulan terhadap siswanya.

“Tindakan saya menyobek buku siswa memang salah, dan saya khilaf. Tetapi kalau untuk pemukulan saya rasa tidak pernah,” kata Teguh.

Ia mengakui, dirinya memang menyobek buku ulangan mata pelajaran Bahasa Indonesia lima orang siswa kelas 3, masing-masing milik Fito, Yoga, Prama, Nibras, Indah. Ia menyobek buku siswa tersebut untuk memberikan shock therapy pada siswa agar menuruti instruksi yang diberikan guru dan tidak ramai sendiri di kelas.

“Sebelum ulangan, saya sudah mengatakan pada siswa agar segera diselesaikan dan tidak tidak ramai sendiri, jika dilanggar, maka saya akan menyobek buku mereka agar diberikan pada orang tua dan kelima siswa ini justru melanggar,” katanya.

Teguh juga mengaku jika dirinya baru beberapa bulan mengajar di SDN Tulusrejo IV. Sebelumnya ia mengajar di SDN Kauman selama 16 tahun dan SDN Tunjungsekar selama empat tahun. Kedua sekolah tersebut merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

“Saya terbiasa mengajar di sekolah yang siswanya pintar dan taat pada guru. Disini saya hanya mengajar 25 siswa tetapi rasanya seperti mengajar 40 siswa, bahkan mereka sulit sekali untuk diberi pengertian,” tegasnya.

Menyinggung tuntutan wali murid agar dirinya dimutasi ke sekolah lain, Teguh mengaku siap menerima konsekuensi apapun dari Dinas Pendidikan. Sebagai guru dirinya siap ditempatkan dimana saja, bahkan dirinya juga siap menerima hukuman apapun atas kesalahannya.(ant)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com – Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...