RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Batu Malang » Pemanfaatan Gas Metan TPA Supiturang Malang Diperluas

Pemanfaatan Gas Metan TPA Supiturang Malang Diperluas

Malang – Pemanfaatan gas metan untuk bahan bakar gas di tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang Kota Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini akan diperluas.

Saat ini baru 59 kepala keluarga (KK) yang bisa menikmati gas metan itu, namun ke depan akan diperluas lagi menjadi 300 kk, bahkan seluruh masyarakat Kota Malang bisa memanfaatkannya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto, Jumat.

“Efek negatif gas metan yang merusak lapisan ozon inilah yang kita olah dan kita manfaatkan menjadi bahan bakar gas. Sekarang sudah ada 59 kk warga sekitar TPA Supiturang yang memanfaatkan gas metan tersebut,” ujarnya.

Teknis pemanfaatannya, kata Wasto, gas metan itu disalurkan ke rumah-rumah dengan menggunakan pipa yang terhubung langsung dengan kompor. Prinsip penyalurannya seperti air PDAM yang disalurkan ke rumah-rumah pelanggan.

Sedangkan untuk kompornya, DKP sudah memberikan secara gratis pada 59 KK tersebut. Anggaran yang sudah dikucurkan DKP untuk program pemanfaatan gas metan menjadi bahan bakar ini mencapai Rp200 juta, termasuk untuk penyediaan kompor.

Sebenarnya, lanjut Wasto, warga bisa membuat sendiri dengan menggunakan sisa kaleng susu yang dilubangi dan disalurkan pada pipa gas metan dari TPA Supiturang.

Ia mengakui, pengolahan gas metan sampah menjadi bahan bakar tersebut tidak hanya bisa menyelamatkan lingkungan dari kerusakan, tapi juga bisa membantu warga untuk menghemat biaya pembelian bahan bakar. Selain itu juga bisa mencegah potensi kebakaran akibat tumpukan gas metan yang terkandung dalam sampah.

Masyarakat yang memanfaatkan gas metan menjadi bahan bakar itu, katanya, tidak dipungut biaya alias gratis dengan menggunakan kantong plastik khusus penyimpan gas metan.

“Saya yakin ke depan seluruh masyarakat Kota Malang bisa memanfaatkan gas metan ini untuk bahan bakar karena potensinya cukup besar, dengan asumsi volume sampah yang masuk ke TPA Supiturang mencapai 400 ton per hari,” tegasnya.

Untuk merealisasikan penggunaan bahan bakar dari gas metan itu, DKP Kota Malang sudah menyiapkan stasiun khusus pengisian gas metan bagi masyarakat umum yang ingin menggunakannya.

Gas metan 21 kali lipat lebih berbahaya bagi lingkungan jika dibandingkan dengan polusi pembakaran industri.
(ant)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com –¬†Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...