RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » 350 Juta Penduduk Dunia Alami Depresi

350 Juta Penduduk Dunia Alami Depresi

Mitrafm.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Ali Gufron Mukti, mengatakan sekitar 350 juta jiwa penduduk dunia dewasa ini mengalami depresi. Selain itu, hampir satu juta jiwa setiap tahun melakukan bunuh diri.

“Menurut WHO, depresi diperkirakan menjadi beban masalah kesehatan kedua setelah penyakit jantung pada 2020 dan menduduki tempat pertama sebagai penyebab utama dari beban penyakit sedunia pada tahun 2030,” katanya di Magelang, Rabu (31/10).

Ia mengatakan hal tersebut pada sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Dyah Utami pada Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia dan pembukaan Jambore Pekan Olahraga dan Kesenian Rehabilitasi Mental di RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Ia mengatakan, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia untuk menghormati hak-hak orang dengan masalah kesehatan jiwa, memperluas program pencegahan untuk mengurangi gangguan kesehatan jiwa di antara penduduk rentan, memperluas layanan mereka yang membutuhkannya, dan meningkatkan upaya pemeriksaan kesehatan jiwa secara optimal kepada penduduk dunia.

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa ke-20 pada 2012 mengangkat tema “Depresi Merupakan Krisis Global”, sedangkan Indonesia mengangkat subtema “Waspada Terhadap Depresi dan Penyakit Penyertanya”.

Ia mengatakan, gejala depresi bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, latar belakang etnis, status ekonomi atau jenis kelamin. Ia mengatakan, depresi dapat dicegah dan diobati sehingga tercapai kondisi jiwa sehat yang ditandai dengan perasaan sehat dan bahagia mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya.

Jika depresi dan gangguan mental emosional tidak segera diobati dengan baik, katanya, bisa-bisa penderita akan tergantung kepada keluarga penderita. “Inilah salah satu sebagai beban mental,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan masyarakat bahwa masalah kesehatan jiwa perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga usia lanjut sehingga orang bisa hidup mandiri, produktif, dan berkualitas. Ia mengatakan, pengendalian dan pencegahan masalah kesehatan jiwa tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga oleh seluruh komponen maysarakat.

“Perhatian dan kasih sayang lingkungan sekitar akan membuat penderita tidak merasa sendirian dan diharapkan patuh pada usaha pengobatan yang diberikan oleh terapi,” katanya.

sumber : ROL

Baca Juga

Biografi Singkat Mufassir

MitraFM.com– Sejatinya, ulama penulis tafsir al Qur’an begitu banyak. Setiap jaman selalu muncul ulama besar ...