RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Batu Malang » LAPAN Kenalkan Satelit NOAA Kepada Nelayan Sendang Biru

LAPAN Kenalkan Satelit NOAA Kepada Nelayan Sendang Biru

Mitrafm.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkenalkan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) kepada puluhan nelayan Sendang Biru Kabupaten Malang.

Menurut Bambang S.Tejasukmana, Kepala LAPAN, satelit NOAA sangat efektif membantu nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapannya. “Alat ini sudah ada sejak 1978 di Amerika. Namun belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh nelayan,” kata Bambang di aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB), Jumat (7/12/2012).

Fungsi satelit NOAA, ujar Bambang untuk mendeteksi keberadaan ikan dengan radius 2.500 kilometer. Dengan teknologi ini, maka para nelayan dipastikan bisa menangkap ikan dalam jumlah banyak. “Setiap hari alat ini akan mengirimkan data lokasi ikan dimana, juga jenis ikan bisa diketahui,” ungkapnya.

Untuk mengetahui lokasi ikan, nelayan hanya perlu menyiapkan jaringan internet atau mesin fax untuk menerima data dari LAPAN. “Setelah data terkirim, nelayan bisa langsung mencari ikan dengan bantuan Global Positioning System (GPS),” jelas Bambang. Untuk tahap awal, LAPAN menyerahkan 15 GPS kepada perwakilan kelompok nelayan.

Untuk mengenalkan teknologi satelit NOAA,  LAPAN bekerja sama dengan FPIK UB melakukan pelatihan dan pembinaan kepada nelayan di daerah Sendang Biru Kabupaten Malang.

“Kami ingin membantu meningkatkan kualitas hidup nelayan,” kata Dekan FPIK, Prof Dr Ir Eddy Soprayitno,Ms.

Sebelum teknologi itu diaplikasikan, Eddy akan melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat akurasi data dan kegagalannya. “Pasti kita terjunkan tim dulu untuk mencoba memanfaatkan satelit itu. Namun nelayan juga harus dikenalkan dengan internet dan cara mengoperasionalkan GPS terlebih dahulu,” papar Eddy.

Salah seorang nelayan, H.Umar Hasan mengaku senang ada teknologi semacam ini. Biasanya, Umar dan nelayan lainnya hanya menggunakan feeling (perasaan) untuk menentukan lokasi ikan. “Kami hanya menerka-nerka, namun banyak gagalnya,” aku Umar.

Dengan teknologi tersebut, Umar berharap hasil tangkapanya lebih meningkat. “Seminggu, saya dan empat nelayan rata-rata mendapat 2 ton ikan, semoga dengan teknologi ini bisa berlipat-lipat,” harapnya senang. (surya online)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com – Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...