RADIO MITRA 97 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Kampungladu, Sidomulyo - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur 65317 - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Nusantara » Sleman Berlakukan Masa Darurat Puting Beliung

Sleman Berlakukan Masa Darurat Puting Beliung

Mitrafm.com – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberlakukan masa darurat selama empat hari pascabencana angin puting beliung yang melanda sejumlah kecamatan, Jumat sore.

“Hasil rapat koordinasi penanganan bencana puting beliung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman bersama camat, SKPD terkait, lurah dan kadus yang wilayahnya terlanda bencana itu serta kepala BPBD Provinsi DIY, sepakat memberlakukan masa darurat mulai Jumat hingga Senin (10/12),” kata Kepala BPBD Sleman Urip Bahagia.

Disamping itu, kata dia, juga disepakati posko dan dapur umum didirikan di rumah kepala dusun Bromonilan.

Bencana puting beliung terjadi di wilayah Kecamatan Kalasan yang melanda lima dusun di Desa Purwomartani. Kelima dusun itu yakni Bromonilan, Sidokerto, Sambiroto, Sambisari, dan Kadisoko.

Angin puting beliung juga menerjang sejumlah dusun di Kecamatan Ngemplak, yakni Dusun Sempu, Desa Wedomartan, dan di Kecamatan Depok melanda Dusun Mbajeng.

“Di Kecamatan Depok 35 rumah mengalami kerusakan, dan di Dusun Sembego rumah rusak 105 unit, dan satu unit kandang ternak,” katanya.

Di Kecamatan Depok akan dibuka posko dan dapur umum di rumah kepala Dusun Tempelsari. “Saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Sosial telah menyalurkan bantuan logistik,” katanya.

Sedangkan di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, kerusakan paling parah terjadi di Dusun Bromonilan, yakni hampir semua rumah warga mengalami kerusakan.

“Di Purwomartani tujuh korban yang terluka menjalani rawat jalan, dan yang rawat inap dua orang,” katanya.

Di Desa Purwomartani yakni Dusun Sidokerto RW 2 dan RW 3, semua warga masih sibuk memindahkan pohon-pohon yang menimpa rumah. Di wilayah ini banyak rumah warga tertimpa pohon, dan atap dari asbes lepas semua.

“Saat ini rumah yang tertimpa pohon yang belum tertangani sekitar 10 rumah,” katanya.

Di Dusun Sambisari dan Randusari ada 87 rumah yang rusak, satu ekor kambing mati.

Di Dusun Kadisoka satu RT yang mengalami kerusakan 30 rumah, di Dusun Bromonilan 299 kepala keluarga (KK), dan Sambiroto 28 KK yang rumahnya rusak.

Camat Kalasan Samsul Bakri meminta pihak dusun tidak meremehkan data kerusakan, dan memerintahkan kepala dusun mulai Jumat malam mendata jumlah rumah maupun kepala keluarga yang menjadi korban bencana itu.

Ia meminta data yang sudah ada dirinci lebih detail “by name dan by addres” (dengan nama serta alamat lengkap).

“Malam ini telah didrop logistik 160 kilogram beras, sarden enam dus masing-masing berisi 60 kaleng, mie 12 dus, yang masing-masing dus berisi 40 bungkus, minyak goreng 24 liter, dan terpal enam lembar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman,” katanya.

Pada Sabtu (8/12) BPBD Sleman akan menerjunkan kurang lebih 750 relawan untuk membantu masyarakat melakukan evakuasi, dan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman akan membantu mengerahkan lima dam truk.

Sementara di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, kerusakan meliputi Dusun Sempu, dimana tiga rumah warga tertimpa pohon tumbang, genteng kabur 10 rumah, satu kandang kambing roboh, dan satu kandang sapi asbesnya terbawa angin. (AntaraNews)

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...

*Touch on black area to close