RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Sains & Teknologi » Perubahan Karakter Merapi Menarik Vulkanolog Dunia

Perubahan Karakter Merapi Menarik Vulkanolog Dunia

Mitrafm.com – Perubahan karakter Gunung Merapi di Yogyakarta pasca-letusan 2010 menarik para vulkanolog dunia untuk meneliti lebih jauh. Beberapa vulkanolog dunia akan bergabung dengan para peneliti Indonesia, antara lain dari Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat.

”Riset Dome Merapi akan dimulai tahun 2013,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono. Inisiator penelitian adalah PVMBG-Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan International Research for Development, Perancis.

”Dari Indonesia, selain dari PVMBG, kami mengajak para ahli dari UGM (Universitas Gadjah Mada) dan ITB (Institut Teknologi Bandung),” katanya.

Surono mengatakan, tim peneliti akan fokus mempelajari bagian bawah permukaan Merapi dengan metode tomografi. Selain itu akan dipelajari emisi gas Merapi seperti CO2 dan SO2. Pengetahuan itu diharapkan bisa mempelajari karakter letusan Merapi yang akan datang.

Sebelumnya, sepanjang 2007-2010, riset di Merapi di fokuskan pada upaya mempelajari risiko bencana Merapi, aspek sosialisasi, pelatihan, dan peta risiko bencana. ”Kali ini kami fokus ke soal geofisika, geokimia, dan geologi guna memperkuat sistem pemantauan Merapi,” katanya.

Merapi merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang berubah karakternya sejak meletus 2010. Selain Merapi, yang berubah adalah Gunung Lokon di Sulawesi Utara yang terus-menerus meletus sejak Juli 2011.

Perubahan karakter gunung api, menurut Surono, membutuhkan perubahan dalam pemantauan. Salah membaca perubahan karakter gunung api bisa berakibat fatal karena salah melakukan antisipasi.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Badan Geologi Su- bandriyo mengatakan, sebelum 2010 letusan Merapi biasanya diawali dengan pembongkaran kubah lava dan diakhiri penyumbatan. Setelah erupsi 2010, kubah lava yang terbentuk kecil sehingga kerap terlihat embusan asap. ”Dulu Merapi banyak melakukan guguran lava pijar, sekarang embusan asap,” katanya. (Kompas.com)

Baca Juga

MitraFM.com First Media Perluas Layanan ke Malang

First Media Dukung Dunia Pendidikan dengan Menghadirkan Smart School

Malang – Pendidikan menjadi sebuah hal yang penting bukan hanya bagi First Media, tetapi juga ...