RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Edukasi » 64.047 Sekolah/Madrasah Belum Terakreditasi

64.047 Sekolah/Madrasah Belum Terakreditasi

MITRAFM.com – Berdasarkan hasil dan analisis akreditasi BAN-S/M hingga tahun 2012 terdapat 64.047 sekolah/madrasah yang belum terakreditasi.

Dari 326.004 total sekolah/madrasah (265.794 sekolah dan 60.210 madrasah), sebanyak 261.977 sekolah/madrasah telah terakreditasi.

Mayoritas sekolah yang telah terakreditasi (jenjang pendidikan anak usia dini hingga menengah) memperoleh akreditasi B. Akreditasi A mayoritas ada di SMA/MA (32,5 persen), akreditasi B mayoritas di SD/MI (56,9 persen), dan akreditasi C di SLB (29,6 persen).

Hal itu dikemukakan Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Abdul Mu’ti,  di Jakarta.

“Sekolah baru boleh mengajukan proses akreditasi, jika sudah meluluskan siswa. Publik berhak mengajukan keberatan jika ada sekolah berakreditasi A tetapi kualitasnya jelek,” ujarnya.

Anggota BAN-S/M, Toni Toharudin, menjelaskan, sekolah dengan akreditasi A untuk jenjang SD/MI terkonsentrasi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Adapun untuk SMP/MTs di Bali, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara untuk SMA/MA di Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Dari total jumlah sekolah/madrasah itu, terdapat sekolah/madrasah yang tidak terakreditasi. Sekolah/madrasah yang paling banyak belum terakreditasi ada di SMA/MA (6,2 persen).

“Sekolah yang tidak terakreditasi banyak di daerah-daerah sulit dicapai seperti Papua,” kata Toni.

Anggota BAN-S/M, Jafriansen Damanik, menjelaskan, dari delapan variabel standar layanan pendidikan nasional terdapat tiga variabel yang paling lemah. Ketiga variabel itu adalah standar kompetensi lulusan, standar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta standar sarana prasarana.

“Sekolah tetap dikontrol. Jika sekolah tidak mencerminkan akreditasinya, misalnya A, maka akreditasinya bisa kami cabut. Tidak perlu tunggu sampai masa berlaku akreditasi habis yakni lima tahun,” kata Jafriansen.

Mu’ti berharap, hasil analisis BAN-S/M ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemerintah, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selama ini hal itu belum dilakukan.

“Tindak lanjut hasil ini ada di tangan pemerintah daerah dan pusat. Kami hanya memotret kondisi pendidikan kita,” ujarnya.(Kompas.com)

Baca Juga

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

MitraFM.com – Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung. Baitul Maal Hidayatullah sebagai Laznas yang memiliki program sosial ...