RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Anak » Capaian ASI Eksklusif Membaik, Tapi Pemakaian Susu Formula Ikut Naik

Capaian ASI Eksklusif Membaik, Tapi Pemakaian Susu Formula Ikut Naik

MITRAFM.com –  Kasus gizi buruk pada bayi akan masih menjadi permasalahan yang menghiasi tanah air hingga tahun 2013 nanti. Tak dapat dipungkiri, masih banyak bayi di Indonesia yang belum tercukupi kebutuhan gizinya, apalagi karena kebijakan ASI eksklusif belum diterapkan dengan baik.

Sampai saat ini, ada 2 masalah pada bayi yang masih belum terselesaikan oleh pemerintah, yaitu gizi buruk dan terhambat pertumbuhan atau stunting. Data Kementerian Kesehatan tahun 2010 menemukan bahwa 35,6 persen bayi di Indonesia mengalami stunting dan 17,5 persen mengalami gizi buruk.

Tingginya angka ini amat berkaitan dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif pada bayi sampai usianya mencapai 6 bulan. Maka sejak beberapa tahun belakangan, pemerintah bertekad menggenjot pencapaian ASI eksklusif, salah satunya dengan cara mengesahkan PP no 33 tahun 2012.

“Saat ini, tren ASI eksklusif cenderung meningkat, tetapi penggunaan susu botol juga ikut meningkat,” kata Slamet Riyadi Yuwono, Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI dalam acara Sosialisasi Gerakan Nasional Sadar Gizi di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia, Slamet memaparkan bahwa ada 28 persen bayi Indonesia yang diberikan ASI eksklusif pada tahun 2002. Angka ini naik menjadi 32 persen pada tahun 2007 dan naik lagi menjadi 42 persen sampai tahun 2012.

Namun jumlah bayi yang diberi susu formula juga mengalami kenaikan. Tercatat ada 17 persen bayi yang diberi susu formula di tahun 2002. Angka ini naik menjadi 27,9 persen di tahun 2007 dan naik lagi menjadi 29 persen tahun 2012. Oleh karena itu, Slamet menghimbau kepada para ibu untuk segera mengurangi penggunaan susu formula dan lebih mengintensifkan ASI.

Menurut Slamet, perkembangan bayi pada masa awal kehidupannya amat penting bagi perkembangannya nanti saat dewasa. Bayi yang kurang gizi akibat kurang cukup mendapat ASI eksklusif lebih rentan mengalami berbagai penyakit dan lebih rendah tingkat kecerdasannya.

“Kalau otaknya kurang berkembang, yang berkembang jadi ototnya. Jadi jangan heran kalau ada ada remaja-remaja kita yang akhirnya jadi hobi tawuran, bisa jadi karena gizinya kurang tercukup saat masih bayi,” terang Slamet.(DetikHealth)

Baca Juga

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

MitraFM.com – Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung. Baitul Maal Hidayatullah sebagai Laznas yang memiliki program sosial ...