RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Berita » Berita Batu Malang » Sehari Warga Batu ‘Bakar’ Rp 374 Juta

Sehari Warga Batu ‘Bakar’ Rp 374 Juta

MITRAFM.COM, (Batu, Malang) – Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai kampanye anti rokok, terutama bagi warga miskin yang mendapat jamkesmas dan jamkesda. Sebab hasil riset kesehatan menyebutkan, warga miskin yang merokok sebenarnya tidak layak mendapat jamkesmas dan jamkesda.

Alasannya, para warga miskin ini mampu membeli rokok setiap hari. Kalau uang untuk membeli rokok itu dikumpulkan, sebenarnya mereka mampu untuk membiayai kesehatannya sendiri. Karena itu, Dinskes akan kampanye “one cigarette one day for health”.

Menurut Kepala Dinkes Kota Batu, Endang Triningsih, warga Batu jumlahnya 206.000 jiwa. Ia mengasumsikan, 25 persen atau sebanyak 40.000 jiwa warga Batu pemegang kartu jamkesmas dan jamkesda.

Dari jumlah itu, sekitar 60 persen atau 62.356 jiwa, berdasarkan survey adalah perokok. Menurut Endang, jumlah ini merupakan asumsi terendah dan terbukti merokok. Kalau dikecilkan lagi, 60 persennya merokok lebih dari 10 batang per hari.

Kalau 10 batang harganya Rp 10.000, maka dalam satu hari ada uang sebesar Rp 374 juta dibakar orang miskin. Sebulan kalau dikalikan 30 hari, jumlahnya Rp 11,2 miliar. Sehingga bila setahun maka ada Rp 134,6 miliar uang dibakar warga Batu.

“Ini artinya, kalau orang miskin ini sakit karena rokok, tidak adil kami yang membayar. Karena orang miskin ini sudah membakar uang bermiliar-miliar rupiah. Sedangkan kami hanya mampu menjatah Rp 5 miliar untuk berobat,” tegas Endang, Senin (14/1/2013).

Endang menegaskan, dasar inilah yang akan dipakai kampanye tersebut. Diharapkan, sehari mereka menyisihkan uang seharga satu batang untuk berobatnya. “Kami mau mengubah cara pikir mereka, terapi orang berhenti merokok adalah kemauan dari dirinya sendiri,” sambungnya.

Kampanye itu akan dilakukan dalam bentuk dialog saat mensurvei, mendata, dan membagikan kartu jamkesmas dan jamkesda. “Mereka sekarang ini sudah boros. Sedangkan sekarang, kami di Dinkes mencoba untuk merasionalisasikan mereka,” pungkas Endang.(Surya Online)

Baca Juga

Jelajah Pasar Rakyat Nusantara

JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA

MitraFM.com – Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. JELAJAH PASAR RAKYAT NUSANTARA FESTIVAL PASAR RAKYAT 2016 Keluarga ...