RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Anak » Ketika Bayi Takut Ditinggalkan Orangtuanya

Ketika Bayi Takut Ditinggalkan Orangtuanya

bayi menangisMITRAFM.com – Rasa percaya bayi pada orangtua biasanya ditunjukkan dengan adanya rasa khawatir terhadap perpisahan dan juga rasa cemas menghadapi orang asing.

Saat usia 3 bulanan, bayi mulai mampu mengantisipasi dan menerima stimulasi yang diberikan. Salah satu cirinya, ia akan menangis begitu ditinggalkan sebentar saja oleh orang terdekatnya. Lalu, begitu didatangi ia akan diam dan tampak senang. Hal ini menunjukkan bayi sudah membangun kelekatan dan merasa nyaman bila berada di dekat orang yang memenuhi kebutuhannya dan memberinya kasih sayang.

Selanjutnya, di usia 6 bulan ke atas, kemampuan kognitifnya semakin berkembang. Bayi sudah bisa membedakan wajah orang yang sering merawat dan memerhatikannya dengan orang lain yang tak dikenalnya. Pada orang yang dikenalnya ia akan percaya. Sementara pada orang asing yang tak dikenalnya, ia cenderung merasakan kehadiran orang tersebut sebagai suatu ancaman. Hal ini wajar. Lama-kelamaan bayi pun akan belajar mengamati bagaimana hubungan orangtua dengan orang lain di sekitarnya.

Basic trust ini akan menjadi dasar bagi hubungan emosional anak dengan lingkungan. Anak yang merasa aman dan percaya pada orangtuanya akan mengembangkan kematangan kognitif dan emosionalnya. Memiliki anak dengan emosi stabil dan kepribadian positif sebaliknya juga menumbuhkan rasa percaya diri pada orangtua.

Rasa percaya diri ini selanjutnya akan membantu orangtua lebih siap menghadapi tuntutan tahapan perkembangan anak. Perkembangan anak di tahap-tahap selanjutnya pastilah akan lebih kompleks karena ia berhadapan dengan lingkungan yang lebih luas, di antaranya lingkungan keluarga besar, sekolah, dan pertemanan.

 

sumber : kompas.com

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...