RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Jendela Keluarga » Kiat Mengasuh Kakak-Adik Perempuan

Kiat Mengasuh Kakak-Adik Perempuan

perempuanMitrafm.com – Memiliki dua anak perempuan memberikan tantangan tersendiri. Inilah juga yang dialami penulis novelThe Pretty One, Lucinda Rosenfeld. Ibu dua anak perempuan (usia 4,5 dan 6,5) ini menghabiskan waktu tiga tahun menulis tentang persaudaraan perempuan. Meski ia banyak menuliskan seputar hubungan saudara perempuan, dalam kehidupan nyata bersama anak-anaknya, Rosenfeld menemukan dilema tersendiri. Dari pengalamannya, Rosenfeld berbagi cara menghadapi anak perempuan untuk menghindari munculnya perselisihan.

1. Jangan pernah membandingkan prestasi anak perempuan Anda.

Anak perempuan Anda, si Kakak dan Adik, secara alami akan saling berkompetisi. Jadi, orangtua sebaiknya tak membandingkan satu dengan lainnya karena hal ini hanya akan memperkeruh suasana persaingan tersebut. Termasuk membandingkan prestasi si Kakak yang mungkin lebih baik dari si Adik, atau sebaliknya.

2. Hindari memberikan label.

Sebaiknya hindari memberikan label kepada kedua anak perempuan Anda. Misalnya menyebut si Kakak, “Si cantik” atau si Adik, “Si cerdas” dan lainnya. Pelabelan saat masa belia ini berdampak jangka panjang pada anak. Apa yang orangtua katakan tentang dirinya, akan memengaruhi perilakunya dan berdampak pada tumbuh kembangnya.

Misalnya, kalau salah satu anak perempuan Anda mendapat label, “Si cantik” sedangkan satunya lagi diberi label “Si cerdas”, si cantik ini akan cenderung kurang bekerja keras untuk meraih prestasi akademik. Hal ini terjadi karena si cantik merasa hanya saudara perempuannya (si cerdas) yang akan diakui prestasinya di bidang akademik karena ia sudah dilabelkan demikian. Seseorang yang diberikan label, akan “terbebani” dengan labelnya tersebut. Misal, jika salah satu anak Anda mendapatkan label “Si lucu”, maka ia cenderung akan berusaha selalu lucu untuk mempertahankan labelnya. Sehingga saat ia merasa sedih, ia berjuang untuk tidak menunjukkan kesedihannya karena ia dikenal sebagai pribadi yang lucu.

3. Berikan pujian dengan adil.

Anak-anak masih belajar membentuk kepercayaan dirinya. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan dukungan positif kepada anak-anak demi membangun kepercayaan dirinya. Salah satu caranya dengan memberikan pujian kepada anak, secara adil. Terutama ketika salah satu anak perempuan Anda lebih baik dalam segala hal, berikan pujian yang tepat kepada anak perempuan lainnya yang tak memiliki prestasi seperti saudaranya.

4. Membedakan kegiatan ekstrakurikuler.

Sebaiknya bedakan kegiatan ekstrakurikuler anak perempuan Anda. Jika si Kakak suka kegiatan musik, dorong anak lainnya untuk beraktivitas di kegiatan olahraga. Tujuannya agar masing-masing anak perempuan dapat menemukan minat dan bakatnya, serta membentuk kepribadiannya. Dengan membedakan kegiatan, orangtua juga bisa mengurangi friksi yang terjadi karena persaingan alami pada anak-anak perempuan.

5. Luangkan waktu terpisah untuk setiap anak.

Waktu bersama keluarga memang penting. Namun, luangkan juga waktu pribadi bersama setiap anak perempuan. Anda bisa berakhir pekan secara terpisah, dengan si Kakak pada Sabtu, dengan si Adik pada Minggu misalnya. Setiap orang butuh diperlakukan istimewa, termasuk anak-anak perempuan Anda.

6. Jangan memihak.

Saat anak-anak perempuan Anda bertengkar, jangan membela salah satunya, siapa pun yang Anda anggap sebagai korbannya. Saat anak masih kecil, ingatkan bahwa saat bertengkar sebaiknya hindari kontak fisik. Kalau anak sudah semakin besar, remaja atau jelang dewasa muda, biarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri selama situasinya masih terkontrol.

7. Waktu untuk sendiri.
Setiap orang butuh waktu untuk dirinya sendiri, termasuk anak-anak perempuan Anda. Jadi, jika saat akhir pekan, anak perempuan Anda ingin menyendiri, terutama untuk anak yang sudah lebih besar, maka berikanlah waktu untuknya. Termasuk menyendiri dari saudara perempuannya. Jika anak memilih menyendiri di rumah, biarkan ia menikmati waktunya di kamar, sendirian. Kalau ia memilih ke luar rumah, apalagi karena ia sekamar dengan saudara perempuannya, berikan waktu kepadanya untuk menikmati me time. Waktu untuk diri sendiri juga penting diberikan saat anak-anak perempuan Anda berselisih.

8. Aktivitas bersama.

Ada waktunya untuk melakukan aktivitas bersama. Jadi ciptakan momen untuk kedua anak perempuan Anda melakukan satu aktivitas yang sama. Menonton acara televisi favorit bersama di rumah misalnya. Kedekatan semacam ini juga perlu diciptakan dan dibangun sejak kecil. Dengan begitu anak-anak akan belajar cara berkompromi dan berbagi.

9. Batasi kebiasaan mewarisi barang-barang Kakak ke Adik.

Dengan maksud penghematan, seringkali orangtua memberikan barang-barang Kakak kepada si Adik. Tak ada salahnya dengan cara ini, namun sebaiknya dibatasi. Jangan semua barang Kakak diwariskan ke Adik, artinya jangan sampai si Adik hanya mendapatkan/memakai barang “bekas” kakaknya. Belikan juga barang baru untuk dipakai Adik perempuan, karena setiap anak tentu memiliki referensi penampilan yang berbeda.

10. Jangan memilih anak favorit.

Perlakukan kedua anak perempuan Anda dengan setara. Jangan pernah memilih siapa yang paling Anda favoritkan. Perhatian orangtua harus seimbang. Dengan begitu, jangan pernah merahasiakan sesuatu dari si Kakak juga si Adik tentang satu sama lainnya. Selama anak-anak belum mandiri secara finansial, jangan perlakukan mereka layaknya teman secara total, berikan cinta dan perhatian serta perlakuan yang setara.

Bagaimana dengan Anda yang berpengalaman mengasuh dua anak perempuan, seperti apa kiatnya?

 

sumber: Kompas.com

Baca Juga

Menjadi Sahabat Mertua

  MitraFM.com– “Kenapa?”, tanya sahabatku membuyarkan lamunanku “Ehm, nggak apa-apa kok?”jawabku ragu sembari menghela nafas ...