RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Sabtu besok, tarif Bus naik

Sabtu besok, tarif Bus naik

terminal-arjosari

Malang (MitraFM.com) – Tarif bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Timur, Sabtu (4/5) mendatang, akan naik. Masyarakat serta pekerja asal Malang, harus rela mengeluarkan dana lebih jika menaiki bus jurusan Surabaya dan daerah lainnya. Sebab, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur, memutuskan memakai tarif jarak batas atas.

Selama ini, perusahaan otobus memakai tarif jarak batas tengah kepada masyarakat. Tarif jarak batas atas, biasanya diperlakukan ketika hari Minggu, atau ketika jam ramai. Tarif jarak batas bawah, tengah dan atas itu, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur, nomor 5 Tahun 2009. Tarif dasar batas atas ditetapkan Rp. 135/km/penumpang. Batas bawah sebesar Rp. 83/km/penumpang.

‘’Kami memutuskan memakai hak kami, untuk mengubah tarif bus antar kota dalam provinsi Sabtu depan, kita pakai batas atas,’’ tegas Ketua DPD Organda Jatim HB Mustofa di Rumah Makan Inggil, kemarin.

Sebagai ilustrasi, bus jurusan Malang-Surabaya yang semula Rp 10.000 naik jadi Rp 11.500. Sedangkan bus patas dari Rp 20 ribu menjadi Rp 23 ribu. Selama empat tahun, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur tak pernah menaikkan tarif.

‘’Alasannya, untuk antisipasi kenaikan BBM. Biasanya pemerintah untuk yang ekonomi baru menaikkan tarif satu bulan setelah BBM naik, maka agar tak terlalu rugi kita pakai hak kita, pakai batas atas,’’ tegas Mustofa.

Jumlah PO yang tercatat Organda Jawa Timur, sebanyak156 PO, dengan 7.000 armada bus. Menurut Mustofa, perubahan tarif itu tak perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Kenaikan BBM sendiri, hanya berdampak sekitar 20 persen untuk dana operasional. Selebihnya, perusahaan otobus sudah terpengaruh kenaikan sparepart. ‘’Naik atau tidak naik BBM, tarif angkutan darat harus tetap naik. Meskipun tarif itu bak buah simalakama. Terlalu tinggi kita ditingggal, masyarakat pakai sepeda motor,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Malang, Hariyadi, mengamini putusan organda. Hal itu tak menyalahi mereka, karena sudah menjadi hak perusahaan otobus. Asalkan tarif yang dipakai tetap berpatokan pada Yakni Pergub Jatim nomor 5 Tahun 2009. ‘’Tak masalah, dan tak menyalahi aturan,’’ ujarnya singkat.

Namun, rencana kenaikan tarif itu, tak langsung dilakukan para pemilik PO. Salah satunya pimpinan PO. Puspa Indah, Hendri Kristianto yang akan koordinasi ke Pemerintah Provinsi tingkat I. Kenaikan tarif juga akan didiskusikan dengan Ketua Organda Malang, Hartono, yang tak lain adalah kakaknya. ‘’Kami tak serta merta ikut naik, akan kami diskusikan dulu, saya juga tak berani melangkahi putusan dari kakak saya Hartono, tapi benar, sparepart memang harganya terus naik,’’ tegas dia.

Adapun, pengelola PO Pelita Mas Hari Sucipto mengaku bahwa kenaikan tarif diperlukan. Selama ini, pengusaha sudah terhimpit kenaikan harga sparepart. Misalnya harga kampas rem tahun 2010 sekitar Rp 175 ribu, sekarang sudah mencapai Rp 475 ribu.
”Kami memiliki 38 armada, sekitar 14 bus melayani trayek Madura-Malang,” tegasnya. (dnt)

Baca Juga

Biografi Singkat Mufassir

MitraFM.com– Sejatinya, ulama penulis tafsir al Qur’an begitu banyak. Setiap jaman selalu muncul ulama besar ...