RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Edukasi » 4 Kunci Penting Perguruan Tinggi

4 Kunci Penting Perguruan Tinggi

mitrafm.com 4 kunci perguruan tinggiMitraFM.com – Apa sebenarnya peran sebuah perguruan tinggi? Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, perguruan tinggi punya empat peran dalam pembangunan bangsa, yakni sebagai pendukung, pengarah atau penggerak, pemungkin, dan pemicu transformasi.

Demikian disampaikan M Nuh saat menjadi pembicara dalam Forum Rektor Indonesia (FRI) di Surakarta. Menurut M Nuh, peran sebagai supporter (penopang) adalah peran paling bawah dalam hierarki.

“Sebagai driver perguruan tinggi menggerakkan sekaligus mengarahkan. Sebagai enabler, perguruan tinggi bertugas mendobrak ketidakmungkinan melalui kreativitas dan inovasi. Adapun sebagai pemicu transformasi, perguruan tinggi memulai perubahan transformatif,” ujar M Nuh, seperti dinukil dari situsUniversitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (30/1/2014).

Dia menilai, dari keempat peran tersebut, peran terpenting bagi perguruan tinggi adalah sebagai pemicu transformasi. Untuk menjalankan peran tersebut, lanjutnya, penting bagi perguruan tinggi bergerak sesuai perkembangan zaman.

“Peran terbaik adalah sebagai pemicu tranformasi, yakni penggerak perubahan. Maka, perguruan tinggi harus bergerak dinamis. Pengajarannya harus berubah, jangan itu-itu saja. Risetnya harus berkembang, jangan itu-itu saja,” papar mantan Rektor Insitut Teknologi Surabaya (ITS) itu.

M Nuh menyampaikan, di antara entitas lain, masyarakat perguruan tinggi adalah yang paling beruntung. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat perguruan tinggi memanjatkan syukur dengan memberikan sumbangan terbaik bagi bangsa.

“Di antara masyarakat lain, kita beruntung karena termasuk sebagai masyarakat pendidikan. Di antara masyaraat pendidikan lain, kita beruntung karena termasuk dalam masyarakat perguruan tinggi,” urai M Nuh.

Sebagai forum cendekia, Nuh berharap FRI dapat menghidupkan tradisi keilmuan. Menyatir kisah Abu Hanafi muda, Nuh mengisahkan, tradisi keilmuan telah dimulai masyarakat terdahulu. Maka, masyarakat perguruan tinggi kini juga harus dinamis menghidupkan tradisi keilmuan.

Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI yang diselenggarakan FRI diagendakan berlangsung hingga 31 Januari 2014. Setidaknya 380 rektor, direktur, dan pimpinan perguruan tinggi lainnya hadir mengikuti acara tersebut.

Selain Mendikbud, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Ketua MPR Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubrot, dan Ketua DPD RI Dr Irman Gusman akan menyampaikan pandangan mengenai kedaulatan rakyat dalam perencanaan pembangunan nasional. (dnt)

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...