RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Jendela Keluarga » Ibu, Belajarlah Hal-hal Ini dari Ayah

Ibu, Belajarlah Hal-hal Ini dari Ayah

anak-ayahMITRAFM.com — Tak bisa disangkal kalau memang ibu tahu apa yang terbaik untuk keluarganya terutama untuk anak-anak.

Hubungan yang tercipta antara ibu dan anak telah terbentuk semenjak anak masih berada dalam kandungan. Pengaruh kasih sayang ibu terhadap perkembangan emosi buah hatinya sangat penting. Meski begitu, fungsi dan bimbingan ayah kepada anak juga sama pentingnya. Bahkan, pernah dilakukan penelitian yang mempelajari bahwa bayi lima bulan yang banyak menghabiskan waktu dengan ayah mereka menjadi jauh lebih ceria, cepat bicara, dan banyak tertawa.

Maka dari itu, untuk para ibu, jangan meremehkan makna kehadiran ayah karena pada dasarnya orangtua saling melengkapi. Kesempurnaan cinta dan kasih sayang ibu memang tidak ada bandingannya, tetapi jangan juga mengabaikan kemampuan ayah untuk anaknya karena ada beberapa hal dari sisi ayah yang bisa dipelajari oleh ibu.

1. Ayah tak terlalu memusingkan masalah kecil
Jika kepangan rambut si kecil tak terlalu rapi, biasanya ibu akan selalu mengulangnya dari awal dan membuatnya benar-benar rapi. Sedangkan ayah mungkin tak akan terlalu memedulikan jika rambut anaknya tidak terlalu sempurna.

Maka, para ibu sadarilah, tidak semua orang terlalu memerhatikan detail seperti kepangan rambut si kecil. Menuntut kesempurnaan pada anak bisa membuat mereka tertekan dan penakut.
2. Ayah membuat pekerjaan rumah terasa menyenangkan
Membuat anak merasa tidak terbebani dengan tanggung jawab mereka di rumah, salah satu strateginya adalah menjadikan kewajiban begitu menyenangkan. Misalnya ritual sikat gigi dengan ayah selalu diiringi dengan dongeng menarik, atau mencuci piring setelah makan malam bersama ayah yang seolah permainan bubble menggemaskan.

Biasanya, ibu sering memaksa si kecil melakukan berbagai hal sehingga drama perlawanan dan tangisan pun tak terelakkan. Namun, berbeda jika ayah yang mengambil alih karena mampu mengubah momen horor untuk anak-anak ini dengan permainan yang menyenangkan.

3. Ayah membebaskan anak untuk bermain, meskipun akibatnya baju jadi kotor

Ibu pasti kesal kalau melihat anak-anaknya bermain hujan, lumpur, berlari-lari hingga baju jadi kotor. Namun sebaliknya, ayah malah senang membiarkan anak-anaknya bermain dengan aneka cat, makanan, atau bahkan tanah bersamanya. Nah, ibu, alih-alih memarahi mereka, sebaiknya pikir lagi tentang pengalaman dan pelajaran apa yang bisa mereka dapatkan dari hal-hal ini.

4. Ayah menghadapi masalah dengan candaan
Saat berhadapan dengan konflik, Ayah menghadapinya dengan tidak terlalu serius. Bahkan, ada kalanya ayah lebih mampu menghadapi masalah dengan berbagai lelucon konyol demi meredakan ketegangan.

5. Ayah membiarkan anak-anak mengambil risiko
Sadarilah bahwa tak selamanya anak-anak berada di sekitar kita. Oleh karena itu, anak perlu belajar mandiri dan berani. Contohlah sikap para ayah yang membiarkan anak-anak mencoba berbagai hal berisiko (dengan pengawasan tentunya). Ini adalah cara terbaik bagi anak untuk mempelajari apa yang bisa dan tak bisa dilakukan dengan aman tanpa ada orangtua di sampingnya.

sumber : KCM

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...