RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Kehamilan & Kelahiran » Pertanyaan Seputar Pembuahan

Pertanyaan Seputar Pembuahan

mitrafm.com pertanyaan seputar pembuahanMitraFM.com – Pertanyaan calon ayah dan ibu seputar cara sukses untuk hamil berkisar empat hal berikut ini. Simak, yuk!

Kapan waktu terbaik untuk berhubungan intim?
Bagi pasangan yang mendambakan kehamilan, waktu berhubungan intim memang penting diperhatikan. Karena, sperma hanya punya batas waktu kehidupan sekitar 2–3 hari, sementara sel telur sekitar 12–24 jam. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan, maka hubungan intim perlu dilakukan sekitar  satu sampai dua hari sebelum masa ovulasi (keluarnya sel  telur dari indung telur).  Dengan begitu, diharapkan sperma yang sehat akan siap “menunggu” sel telur di saluran telur.

Bagaimana kita tahu saat ovulasi?
Biasanya, ditandai dengan payudara yang lebih lembut, terasa tidak enak di perut bagian bawah,  pengeluaran cairan vagina yang meningkat,  serta adanya peningkatan suhu basal tubuh.

Adakah posisi intim yang perlu dihindari?
Para ahli banyak yang mengatakan, bagi mereka yang spermanya kebetulan lamban serta jika posisi rahimnya kebetulan “terbalik”,  maka sebaiknya hindari posisi wanita di atas. Logikanya, bagi mereka yang ingin punya anak dan spermanya kurang gesit, maka posisi women in top ini akan menyebabkan sperma banyak keluar/terbuang dan tidak mencapai sasaran.

Mungkinkah terjadi pembuahan jika sperma “tumpah”?
Pada kondisi rahim normal pun, setelah hubungan intim kadang-kadang ada sebagian sperma yang tumpah, namun pembuahan dapat saja terjadi. Jika spermanya bagus dan kondisi lendir rahimnya juga bagus, sekalipun ejakulasi dilakukan di luar vagina (azl), jika ada sedikit saja cairan awal dari sperma yang sudah keluar (pre-ejakulasi) dan kebetulan terbawa sampai bertemu sel telur, maka ini pun sudah dapat mengakibatkan kehamilan. (dnt)

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...