RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Jangan Percaya Info HOAX Tentang Bencana Gunung Kelud

Jangan Percaya Info HOAX Tentang Bencana Gunung Kelud

mitrafm.com-info-hoax-bencana-keludMitraFM.com – Masyarakat di empat desa lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri sempat dikejutkan adanya isu semburan gas beracun sehingga warga terpaksa meninggalkan rumahnya untuk menyelamatkan diri, Sabtu (15/2/2014).

Empat desa yang dilanda isu gas beracun itu masing-masing Desa Puncu, Besowo, Kampungbaru dan Kebonrojo. Pemberitahuan adanya gas beracun disampaikan menjelang Dhuhur oleh aparat yang berjaga-jaga di zona 10 km dari puncak Gunung Kelud.

“Kami dilarang masuk desa oleh aparat yang berjaga karena ada semburan gas beracun dari kawah Gunung Kelud,” ungkap Sumar (50), Sabtu (15/2/2014).

Dijelaskan Sumar, karena ada isu gas beracun masyarakat sempat ketakutan sehingga berusaha menyingkir dari desanya. Isu gas beracun ini menyusul ada kasus salah satu warga nafasnya sesak setelah menghirup bau seperti belerang.

Dikonfirmasi terpisah, Drs Suwignyo, Bagian Informasi dan Komunikasi Satlak Bencana Gunung Kelud membantah ada gas beracun yang sampai di desa-desa lereng Gunung Kelud. “Isu gas beracun itu tidak benar, masyarakat tidak usah resah,” jelasnya.

Sementara Kepala PVMBG Hendrasto saat dikonfirmasi Surya menjelaskan, gas beracun Gunung Kelud tidak akan sampai pada radius 10 km dari puncak karena gas yang keluar dari kawah Gunung Kelud akan hilang saat ditiup angin.

“Asap yang keluar dari kawah itu hanya hembusan tidak membahayakan pada radius 10 km dari puncak,” jelasnya.

Tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya yang ditimbulkan pasca meletusnya Gunung Kelud, serta hindari menjangkau kawasan yang dilarang untuk dimasuki. Batas-batas kawasan yang dilarang untuk dimasuki tentu mengandung resiko keamanan yang tinggi.

Info Hoax atau kabar burung yang belum jelas kebenarannya tersebut juga muncul beberapa saat setelah Kelud meletus,mulai dari ancaman gempa pasca Kelud meletus 6-8 skala richter, hingga hujan abu vulkanik susulan ketika cuaca mendung atau hujan. Tetap ikuti informasi yang akurat dan resmi dari pihak BMKG maupun PVMBG di website resminya http://www.bmkg.go.id/ atau http://www.vsi.esdm.go.id/. (dnt)

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...