RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Rehabilitasi Kelud, Polisi Larang Wisatawan ke Desa Pandansari

Rehabilitasi Kelud, Polisi Larang Wisatawan ke Desa Pandansari

mitrafm.com-desa-pandansari-malangMitraFM.com – Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang hingga saat ini masih dalam tahap rehabilitasi, paska terdampak letusan Gunung Kelud.

Ironisnya, desa tersebut justru menjadi jujugan para wisawatan bencana. Namun sejak Selasa (25/2/2014), Poleresta Batu melarang wisatawan memasuki Desa Pandansari.

Wakil Kepala Polresta Batu, Kompol MT Sitanggang mengakui pihaknya melarang wisatawan dan turis asing ke Desa Pandansari guna mencegah kecemburuan sosial. Mereka narsis di tempat bencana, sementara warga sekitar sedang menderita. “Kedua, yang lebih penting adalah guna mengurangi korban jiwa,” ujar Kompol Sitanggang.

Polresta Batu menugaskan personel di pos masuk desa, yang berdekatan dengan Kali Sambong. Warga atau relawan yang masuk ke desa itu, harus mendapat tanda stempel. “Kami selektif, siapa yang masuk ke desa itu,” katanya.

Selain itu, mengenai badan jalan KM Pujon 6+900 yang tergerus air Kali Konto hingga tiga perempat lebih, Polresta Batu melarang pengendara yang tidak berkepentingan dengan pengungsi dilarang melintas. Sisa badan jalan berbahaya, apalagi di bawah aspal jalan itu sudah rompal karena tergerus air.

Polretsa Batu mengalihkan pengendara yang tidak berkepentingan dengan pengungsi ke jalur lain, seperti jalur lewat Mojokerto maupun Blitar jika ingin ke Kediri. “Kendaraan besar kami alihkan, karena ada dua titik yang tergerus. Kondisi ini membahayakan,” jelasnya.

Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto menghimbau relawan yang ke Desa Pandansari agar tidak menggunakan mobil. Sebaiknya, mobil diparkir di luar desa, supaya tidak menganggu distribusi logistik.  “Beberapa waktu lalu, kami sempat kesulitan mendistribusikan air ke warga desa, karena tidak bisa lewat. Banyak kendaraan dari atas dan bawah yang parkir di sana, sementara warga sudah teriak minta air bersih,” terangnya. (dnt/tribun)

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...