RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Inspirasi » Kalimat Positif Bisa Jadi Bumerang?

Kalimat Positif Bisa Jadi Bumerang?

mitrafm.com Kalimat Positif Bisa Jadi BumerangMitraFM.com – Kalimat Positif semestinya bisa menjadi motivasi bagi setiap pribadi, namun adakalanya bisa berubah menjadi bumerang, mengapa? Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, untuk orang yang rendah diri, dorongan yang meningkatkan penghargaan diri dari orang lain justru bisa menjadi bumerang.

Hasil temuan studi menunjukkan, orang-orang rendah diri cenderung melawan usaha teman-teman mereka yang mencoba membantu mereka merasa lebih baik, khususnya strategi yang disebut “positive reframing“, yakni menyusun kembali suatu situasi menjadi lebih positif.

“Orang yang rendah diri selalu merasa lebih nyaman dan memilih berinteraksi dengan orang yang melihat mereka seperti mereka melihat diri mereka sendiri,” ujar peneliti studi, Denise Marigold, Ph.D., seperti dilansir Huffington Post.

“Jika saya mengatakan hal negatif tentang hidup saya, saya tidak ingin seseorang berdebat dengan saya,” tambah asisten profesor dalam studi pembangunan sosial, University of Waterloo’s Renison University College itu.

Menurut Marigold, untuk orang yang rendah diri, kalimat seperti “Tidak, kau salah, Saya rasa kau luar biasa!” atau “hidup ini indah!” dapat disalahpahami dan dianggap seakan tidak ada satupun yang mengerti mereka.

“Ketika orang lain mencoba menambah semangat mereka, dapat saja (orang rendah diri) merasa ada sesuatu yang salah dengan perasaan atau pikiran mereka,” kata Marigold.

Sementara itu, menurut psikolog, Celeste Gertsen, Ph.D., orang yang rendah diri lebih rentan, sensitif dan waspada pada lingkungan mereka.

“Mereka sering membesar-besarkan pernyataan-pernyataan negatif yang orang katakan pada mereka,..,’ ujar Gertsen, yang tidak terlibat dalam studi.

Gertsen mengatakan, jika seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan pada orang yang rendah diri, maka dia akan menginternalisasi hal itu lebih dari orang yang memiliki sensitivitas lebih tinggi.

Terdapat beberapa kalimat yang memunculkan kesalahpahaman pada orang yang rendah diri.
Marigold mengungkapkan, ketika seseorang tidak merasa optimis setelah putus (dengan pasangannya), ekspresi optimisme tidak akan diterima. Misalnya, “Kau hebat, kau akan menemukan seseorang yang lain secepatnya”, ” Ini bukan masalah besar, kau akan bangkit”.

Menurut Marigold, kalimat-kalimat poistif ini bagi orang yang rendah diri justru dianggap meremehkan. (dnt/mitrafm)

Baca Juga

Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam

Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam

MitraFM.com – Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam. Hidup seperti orang pada umumnya tentu pilihan yang tidak ...