RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Berita » Berita Batu Malang » Sambut Agustusan, Perajin Lampion Ramai Pesanan

Sambut Agustusan, Perajin Lampion Ramai Pesanan

mitrafm.com Sambut Agustusan, Perajin Lampion Ramai PesananMitraFM.com (Malang) – Perajin lampion ramai pesanan jelang peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia. Pesanan lampion meningkat 30 persen sampai 40 persen jelang perayaan Agustusan ini.

Seperti yang terlihat di kerajinan lampion di Kawasan Jodipan, Kelurahan Blimbing, Kota Malang, sejak Senin (4/8/2014) lalu, perajin lampion tersebut mulai kewalahan menggarap pesanan.

Pemilik Usaha Lampion tersebut, Ahmad Samsudin mengatakan, setelah lebaran sudah ada 700 pesanan lampion yang masuk ke tempatnya. Pesanan lampion jelang agustusan itu datang dari Surabaya dan Jakarta. Sebagian lagi pesanan datang dari Kota Malang.

“Setiap Agustusan, pesanan lampion meningkat 30 persen sampai 40 persen,” kata Ahmad Samsudin, Kamis (7/8/2014).

Dikatakannya, jika bulan biasa, pesanan lampion di tempatnya mencapai 1.000 lampion per bulan. Pada Agustus ini, ia memperkirakan pesanan lampion bisa tembus 1.500 lampion sampai 2.000 lampion per bulan.

Untuk perayaan Agustusan, kata Ahmad, pesanan lampion yang banyak berukuran kecil dengan model merah putih. Ukuran lampion kecil tersebut berdiameter 25 sentimeter dengan harga Rp 25.000 per unit.

“Agustusan paling banyak pesanan lampion kecil. Kalau imlek ada juga pesanan lampion besar,” katanya.

Perajin lain, Khasan mengatakan untuk mengejar target setiap hari harus membuat sekitar 200 unit lampion. Ia memperkerjakan sebanyak sembilan orang untuk mengarap lampion tersebut. (dnt/tribun)

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...