RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Inspirasi » Penjual Gula Aren Naik Haji

Penjual Gula Aren Naik Haji

mitrafm.com Penjual Gula Aren Naik HajiMitraFM.com – Penjual Gula Aren Naik Haji. Mungkin kita terbiasa mendengar penuturan tentang Tukang Bubur Naik Haji, nah kini ada lagi kisah nyata Penjual Gula Aren Naik Haji. Punya niat kuat dan pekerja keras. Ya, pujian itu pantas dialamatkan kepada Icoh Sadeli, warga Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penjual gula aren keliling ini berhasil naik haji tahun ini setelah menabung dari hasil berjualan selama 23 tahun.

Nenek 86 tahun ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 26 September 2014. Keberangkatan Icoh ke Tanah Suci sempat membuat keluarganya kaget sekaligus bangga. Musababnya, keluarga tidak tahu-menahu ihwal rencana Icoh naik haji dengan mengumpulkan uang tabungan.

Icoh mengatakan mulai menjual gula aren sekitar 15 tahun lalu. Sebelumnya dia adalah penjual sayuran keliling. Dengan menggendong barang dagangannya, dia berkeliling dari kampung ke kampung.  “Jalan kaki sekitar 5 kilometer. Demi naik haji,” kata Icoh saat ditemui di rumahnya, Rabu, 10 September 2014.

Dari hasil jualan gula aren, dia menabung Rp 15-50 ribu. Pada 2010, Icoh mampu melunasi ongkos naik hajinya. “Nabung sedikit-sedikit,” katanya. Niat pergi haji, menurut Icoh, sudah ada sejak awal dia berumah tangga. “Tapi sekarang setelah tua baru kesampaian.”

Sopandi, suami Icoh, menambahkan, keinginan naik haji istrinya berawal dari saran ayah sang istri semasa hidup dulu. Saat Sopandi baru berumah tangga dengan Icoh, ayah mertuanya itu mengatakan sudah saatnya mengumpulkan uang untuk naik haji.

Menurut Sopandi, sang ayah meyakinkan bahwa Icoh mampu naik haji jika punya niat dan mau bekerja keras. “Bapak juga meyakinkan bahwa Allah Maha Penyayang dan akan memberikan jalan,” ujarnya.

Adapun, perginya Icoh ke Tanah Suci baru diketahui anak-anaknya saat ada surat pemberitahuan dari bank. Bank memberi tahu bahwa ongkos naik haji Icoh sudah lunas. “Saya awalnya kaget,” kata Titin, anak Icoh.

Icoh, kata Titin, sama sekali tidak pernah bilang sudah mendaftar naik haji. Bahkan, dia tidak tahu dari mana ibunya mendapat uang untuk pergi haji. “Kami bangga,” ujar Titin.

Titin dan saudaranya yang lain pernah melarang Icoh berjualan aren. Dia mengaku tidak tega melihat ibunya harus berkeliling kampung menggendong gula aren.

Pihak keluarga sempat khawatir dengan kondisi Icoh nanti saat berada di Tanah Suci. Maklum, usia Icoh tidak muda lagi. “Namun kami sudah pasrah, memasrahkan kepada Allah,” kata Titin. (ikr/tempo)

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...