RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Anak » Saat Anak Ajak Teman Bermain di Rumah

Saat Anak Ajak Teman Bermain di Rumah

mitrafm.com Saat Anak Ajak Teman Main di RumahMitraFM.com – Saat Anak Ajak Teman Main di Rumah. Mungkin saat ini anak tak lagi malu-malu ketika diperkenalkan dengan teman sebayanya. Ia justru mulai menikmati acara bermain bersama teman. Tak jarang, Andalah yang kewalahan meminta teman-teman pulang, mungkin karena untuk beristirahat.

Ya, anak memang sedang mengembangkan kemampuan sosial dan mulai menyukai kesempatan berinteraksi dengan anak lainnya. Hal ini biasa disebut dengan playdate, yaitu saat anak sedang dalam tahap membangun pertemanan lebih akrab dengan teman-teman melalui bermain.

Bahkan, mungkin anak sudah mulai mengajak teman ke rumah untuk bermain. Nah, jika anak sudah berada pada rentang usia yang memungkinkan untuk melakukan playdate, maka Anda perlu memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi saat anak sedang bermain dengan temannya.

Sebab, ada kalanya acara bermain diwarnai kejadian-kejadian seperti berikut, dan inilah yang dapat Anda lakukan bila masalah datang:

Berebut mainan
Anda mungkin tidak tahan dengan jeritan anak dan temannya yang merebutkan mainan yang sama, tapi Roslina Verauli, M.Psi, psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, menyarankan agar Anda tidak langsung terlibat.

“Kecuali, bila sudah ada aksi fisik seperti memukul di antara mereka,” tambah Vera. Setelah itu, Anda dapat segera menghentikan mereka dan tanyakan masalahnya. Sarankan mereka untuk bermain bersama, atau memainkan mainan secara bergantian.

Tidak berhasil juga? Ambil mainan dari mereka. Menurut Vera, langkah ini dapat membantu kemampuan anak untuk memecahkan masalah, dimana Ia akan belajar untuk berbagi mainannya daripada tidak bermain sama sekali.

Ada satu teman yang tersisih
Kemampuan sosial dan karakter tiap anak memang berbeda-beda. Ada yang suka mengamati kejadian dan asyik dengan dirinya sendiri, daripada terlibat dalam pembicaraan. Sementara ada juga anak yang suka mengarahkan semua temannya untuk ikut serta.

Jadi, biarkan saja. Namun, Anda bisa mengarahkan anak untuk menjadi tuan rumah yang baik di sini. Minta Ia untuk menemani temannya yang misalnya belum selesai makan, dan melibatkan semua temannya dalam kegiatan-kegiatan permainan. Tuan rumah yang baik tidak akan membiarkan tamunya tertinggal, bukan?

Anak nempel terus sama mama
Biarkan anak mengamati situasi terlebih dulu. Beri ia waktu, dan pastikan Anda tetap berinteraksi dengan Mama-Mama yang lain (jika ikut) atau teman-teman baru anak. Dari sini, anak bisa melihat bagaimana caranya bersikap baik dengan orang lain. Ada beberapa anak, secara psikososial, lebih terlambat dari anak lainnya.

Misalnya, Ia berusia 5 tahun tapi kemampuan sosialnya masih seperti anak 3 tahun. Jadi, Ia harus lihat mamanya dulu, mengamati, dan merasa aman dulu. Hindari memaksanya. Semakin ditekan, Ia akan semakin merasa insecure dan menempel terus dengan mama. Beri si snsk sedikit waktu dan tanyakan sesekali bilamana Ia siap untuk bermain dengan teman-temannya.

Anak terlalu aktif
Menemukan teman yang cocok diajak bermain pasti akan membuat anak ingin mengeksplorasi rumah Anda dengan berlari, berteriak, dan tawa yang tak terhentikan. Cukup ingatkan anak untuk tidak berperilaku ceroboh, hingga merusak barang, dan melukai dirinya atau temannya. Pastikan juga Ia tahu bahwa Ia harus merapikan kembali mainan atau barang-barang di rumah yang berantakan.

Teman anak terlalu sering datang
Bila Anda merasa tidak keberatan untuk menerimanya hari itu, dan anak pun merasa tidak keberatan untuk bermain, biarkan saja dulu. Namun, bila waktu kedatangannya ini mengganggu waktu tidur atau belajar anak, maka saatnya Anda bertindak.

Bila orang tua teman anak menghubungi untuk meminta izin bermain terlebih dulu, katakan bahwa anak sedang tidak bisa bermain saat ini, atau Anda tidak akan ada di rumah untuk mengawasi. Katakan maaf dan janjikan waktu bermain di kesempatan lain. Namun, bila anak datang sendiri tanpa menghubungi Anda terlebih dulu, tanyakan apakah Ia sudah mendapatkan izin dari Mamanya untuk bermain. Hubungi orang tuanya bila Anda keberatan anak meluangkan waktu bermain di hari itu. (ikr/parenting)

Baca Juga

Kenikmatan Dibalik Kenikmatan

MitraFM.com– Tak ada kenikmatan melebihi nikmat iman. Sangat beruntung orang-orang beriman karena dengan imannya ia ...