RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Anak » Saat Si Kecil Mengidolakan Tokoh Kartun

Saat Si Kecil Mengidolakan Tokoh Kartun

mitrafm.com Saat si Kecil Mengidolakan Tokoh KartunMitraFM.com – Saat si Kecil Mengidolakan Tokoh Kartun. Sekitar usia 7 tahun, anak-anak biasanya memiliki tokoh atau karakter yang diidolakan. Tidak jarang bahkan anak meniru atau mau menjadi seperti tokoh favoritnya itu. Wajarkah kondisi ini?

“Sangat wajar karena memang setiap anak itu punya level bermain atau tahapan bermain. Jadi mereka pretend atau cenderung mau menjadi apapun yang mereka suka. Tidak hanya jadi karakter kartun misalnya ada juga yang jadi pohon gitu dia diem aja. Biasanya kalau anak-anak yang lebih kecil main objeknya digigit-gigit, tetapi kalau usia 7-12 tahun yang merupakan masa middle childhood mereka bermainnya sudah cenderung mencari cara bagaimana memainkan objek,” jelas Ratih Zulhaqqi, Psikolog Anak dan Remaja.

Ketika anak sudah berperilaku meniru karakter favoritnya itu, orang tua juga sebaiknya harus mengenal karakter itu agar mampu menjelaskan kepada anak mengenai sisi positif dari karakter tersebut.

“Orangtua juga harus belajar soal karakter itu jangan sampai saat anak-anak bertanya soal itu orang tua tidak bisa menjawab. Dikhawatirkan imajinasi anak tidak akan berkembang terus nantinya ia akan bertanya kepada pihak yang salah. Bisa juga saat anak bertanya, orangtua mengajak anak untuk mencari tahu soal karakter itu bersama-sama,” papar Ratih.

Dengan menjelaskan nilai-nilai positif yang dimiliki sebuah karakter, orang tua membantu memberikan pemahaman kepada anak tentang bagaimana menjadi anak yang baik berdasarkan karakter tersebut. Tak hanya itu, anak juga akan mengetahui batasan-batasan dalam meniru karakter favoritnya.

“Orang tua harus berkomunikasi dengan anak Misalnya anak memilih mengidolakan tokoh Spiderman yang lincah sering lompat-lompat atau karakter yang jago berkelahi kira-kira apa sih sisi positif yang bisa diambil dari tokoh itu. Jadi harus ada penjelasannya,” jelas Ratih.

Menurut Ratih, imajinasi anak tentang sesuatu tidak bisa dikontrol tapi bisa diarahkan oleh orang tua. Oleh karena itu, family time atau waktu berkumpul bersama keluarga itu sangat penting bagi anak.

“Saat anak berimajinasi untuk menjadi sesuatu misalnya ingin jadi pesawat nah orangtua perlu menjelaskan bahwa anak tidak bisa menjadi pesawat tetapi anak bisa menjadi orang yang mengemudikan pesawat yaitu pilot. Makanya family time itu penting. Anak yang menghabiskan waktu dengan keluarga akan lebih sehat secara mental,” terang Ratih. (ikr/detik)

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...