RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Kesehatan » Bahaya Kantong Kresek untuk Wadah Makanan

Bahaya Kantong Kresek untuk Wadah Makanan

mitrafm.com Bahaya Kantong Kresek untuk Wadah MakananMitraFM.com – Bahaya Kantong Kresek untuk Wadah Makanan. Karena praktis, plastik pun menjadi primadona sebagai wadah makanan dan minuman. Balai Sentra Teknologi Polimer pun melihat adanya tren penggunaan plastik yang diprediksi meningkat, menggeser penggunaan kaca, metal, dan kertas. Hal ini terjadi karena plastik tergolong ringan, kuat, serta terjangkau harganya.

Zaman yang makin modern membuat manusia tidak bisa terhindar dari plastik. Meski tergolong tidak seramah kaca atau kertas bagi lingkungan, plastik adalah kebutuhan hidup manusia masa kini.

Berhubung tidak bisa dihindari, tingkat buangan plastik perlu dikurangi. Caranya melalui penggunaan ulang wadah plastik. Kalau khawatir soal keamanannya, Wawas Swathatafrijiah dari Balai Sentra Teknologi Polimer, mengatakan plastik berisiko lebih besar pada kondisi panas.

Migrasi (perpindahan zat kimia dari plastik ke makanan) akan lebih tinggi kadarnya jika dipakai untuk makanan panas ketimbang dingin. Salah pilih plastik, seperti kantong kresek, untuk menempatkan makanan bahaya kanker bisa mengintai.

Pilih plastik dengan logo aman bagi makanan. Perhatikan tanda gelas dan garpu atau logo food grade atau food safe di bagian bawah wadah plastik.

Yang terpenting adalah mewadahi makanan dalam kemasan plastik yang memang dirancang aman untuk makanan. Coba juga membungkus makanan dari restoran dengan wadah plastik milik sendiri. Selain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, pemakaian styrofoam bisa dihindari. Memang Wawas menilai sudah banyak produsen styrofoam yang menggunakan bahan pengembang plastik menjadi foam yang aman.

Tetapi, proses produksi styrofoam yang belum baik berpotensi membahayakan kesehatan jika makanan panas diletakkan ke atasnya. Kandungan monomer stiren yang berbahaya bagi tubuh dalam styrofoam dapat turut terlepas lewat makanan berminyak, berlemak, atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas. Migrasi pun bisa terjadi.

Menggunakan plastik sesuai peruntukan lagi-lagi menjadi kata kunci. Untuk wadah makanan, pilih plastik berlogo aman bagi makanan. Jangan gunakan wadah plastik dalam microwave kecuali memang dirancang aman untuk itu. Tandanya melalui gambar microwave di bagian bawah wadah. (ikr/republika)

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...