RADIO MITRA 97 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Kampungladu, Sidomulyo - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur 65317 - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Inspirasi » Inilah Dunia Laki-laki

Inilah Dunia Laki-laki

mitrafm.com Inilah Dunia Laki-lakiMitraFM.com – Inilah Dunia Laki-laki. Inilah dunia laki-laki. Dunia para pemberani. Dunia tanggungjawab. Dunia yang tak mengenal khianat atas amanah yang telah diambilnya. Maka jika engkau laki-laki, engkau tidak akan berkhianat atas amanah ini. Dan ingat, amanah ini engkau ambil atas nama Allah.

Aku teringat kembali nasehat ayahku.

Sore itu, aku menyengaja menghadap ayah bicara serius dengan hati. Jarang sekali aku bicara sebegitu formal dengan ayah, melainkan dalam hal penting. Seperti saat itu, aku memberanikan diri berkata, “Yah, tahun ini aku ingin nikah.” Ayah agak terkejut meski kemudian secepatnya menutupi dengan senyum.

Tanpa banyak bertanya, Ayah membuka bicara.

“Nak,  Ayah dulu menikah saat usia 20 tahun. Lebih muda dari usiamu sekarang. Sudah cukup bagimu menikah,” kata Ayah.

Setelahnya, meluncur penggalan-penggalan nasehat lembut penuh kearifan.

“Nak, ayah tak pernah berpikir apakah kelak ayah bisa memenuhi kebutuhan hidup atau tidak. Tapi sekarang lihatlah, ayah di anugerahi rumah yang cukup untuk keluarga kita. Ayah pun bisa membiayai sekolah kalian, 4 anak sekaligus. Dan itu tidak sedikit. Kuliah kalian pun lancar,” ayah mengajarkan keyakinan rejeki.

Sungguh, mendengar penuturan itu, hati ini terasa malu. Betapa selama ini, yang sering kali menunda pernikahan (hampir semua orang) ketakutan ekonomi. Astaghfirulah. Ayah terus cerita dan menunjukkan banyak potret orang-orang yang cukup berpunya berawal dari kondisi tak punya. Seolah-oleh beliau memberi nasehat pentingnya berjuang bersama-sama dalam keluarga.

“Nak, rejeki itu di tangan Allah. Kita hanya wajib berusaha. Dulu Ayah tidak punya apa-apa. Bersama ibumu, kami meniti keluarga ini dari nol. Dari tak punya apa-apa. Dan, kini kalian sudah besar-besar. Sehat-sehat. Lalu, apa yang perlu dikhawatirkan tentang rejeki ?” Ayah terus bicara tentang rejeki.

“Nak, aku tidak memerintahmu menikah. Pun tidak melarangmu. Kau sudah besar. Kau sudah tahu tanggungjawab. Dan aku yakin kau bisa bertanggungjawab.”

Satu lagi pesan penting ayah yang hingga kini kuat melekat di ingatanku.

“Nak,  istrimu adalah pilihanmu. Siapapun dia, keluarga setuju dan mendukungmu. Ayah tidak membekalimu dengan harta. Tapi, sebagai orang tua Ayah dan Ibu akan membantu semampunya. Jaga kehormatan keluarga ini dengan tidak menyia-nyiakannya. Jika engkau menyakiti istrimu, Ayah dan Ibu yang pertama kali menegurmu. Ingat, kehormatan Ayah Ibu, kehormatan keluarga ini sedang engkau pertaruhkan. Jadilah suami bertanggungjawab, “ pesan Ayah yang membuatku tak kuasa menahan air mata.

Ehmm, ternyata pernikahan juga sebuah pertaruhan kehormatan keluarga. Tidak sesederhana yang kita pahami. Inilah pelajaran besar dalam hidupku dari Ayah.

Pernyataan ibu juga begitu menyanyat. “Ibu seorang wanita sama seperti istrimu. Jika engkau sakiti istrimu dan ibu tidak ridha, ibu akan berada di depan istrimu membelanya.”

Makin panas dingin mendengar ‘ancaman’ itu.

Inilah dunia laki-laki. Dunia para Ayah. Dunia orang-orang bijak. Selamat datang di dunia laki-laki.Dunia para pemberani. Dunia orang-orang bertanggungjawab. Dunia orang-orang yang pantang berkhianat.

Kini kau memasukinya. Di sini, di dunia laki-laki ini. Sejak ijab qabul itu, engkau benar-benar laki-laki.

Di sini, di dunia laki-laki ini tak ada tempat sedikitpun bagi para pengecut. Tak ada tempat bagi orang-orang yang tak berani mengambil tanggungjawab. Tak ada tempat bagi orang-orang mengkhianati amanah-amanah.

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.” Itulah laki-laki mulia. Laki-laki yang memuliakan keluarganya. Selamat menjemput kemuliaan. Selamat berjuang.

Selamat datang di dunia laki-laki. Dunia orang-orang yang memuliakan keluarganya, karena Allah.
(Kang Harits/Jendela Keluarga)

Baca Juga

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Bercita-cita keliling dunia? Keinginan itu bukanlah sebuah hal yang salah. Tapi sebelum mewujudkan keliling dunia, ...

*Touch on black area to close