RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Nikah, Keputusan Besar

Nikah, Keputusan Besar

nikah_03MitraFM.com– Hidup ini parade pilihan dan keputusan. Keputusan terbesar  dalam hidup manusia adalah tatkala memilih beriman atau ingkar. Konsekuensi atas pilihan itu adalah pertaruhan keselamatan dunia akhirat.

Setelah persoalan iman, keputusan terbesar  berikutnya adalah menikah. Keputusan ini juga sebentuk pertaruhan hidup, dunia dan akhirat. Di dunia bertaruh bahagia, di akhirat bertaruh tanggung jawab, mulia atau hina.

Lebih bahaya jika kedua keputusan besar itu harus diambil bersama. Dan celakanya, keputusan yang diambil adalah menikah dengan meninggalkan iman.  Pasti, dunia akhirat, celaka!

Rasulullah shallahu alaihi wa sallam mengingatkan, “Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Uyainah berkata, “Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena cari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama.”

 

Makna Aku Mencintaimu

Cita-cita pernikahan tak boleh tersandra di sini, di dunia ini.  Lesatkan ia hingga menembus batas dunia, terbang hingga nun jauh di sana, di negeri abadi. Akhirat. Surga-Nya. Wujudnya adalah reuni bersama di surga.

Ketahuilah, dibalik figur yang sukses selalu terdapat pernikahan yang luar biasa. Pernikahan memang menyimpan hakikat yang sangat dalam hingga Rabb Semesta Alam memuliakan institusi ini.

Pernikahan bukanlah sebuah akhir pencarian, tapi justru merupakan awal dari serangkaian proses pembelajaran. Disebut pembelajaran karena pernikahan akan melatih suami-istri untuk saling menekan kehendak-kehendak pribadi dan mengutamakan tujuan yang telah diikrarkan. Di situlah dituntut setiap diri membuka ruang toleransi yang besar. Membuka dada seluasnya untuk tujuan yang diidamkan bersama.

Ini perjuangan sesungguhnya dari makna ungkapan ‘Aku Mencintaimu’ selanjutnya, “Akan kubawa engkau terbang hingga Jannah, in sya Allah.”

Jika yang diinginkan dari pernikahan sebentuk keharmonisan hidup, itu terlalu sederhana. Jika tujuan pernikahan yang hendak diraih adalah kehidupan tentram bahagia, itu sementara. Jika harapan besar dari pernikahan berupa ketercukupan kebutuan hidup, itu terlalu sepele.

Ya, jika yang diharapkan dari pernikahan hanyalah kehidupan dunia, itu terlalu pendek. Sangat pendek.Terbangkan sayapmu hingga meninggalkan dunia. Ajak bidadarimu tamasya menembus puncak segala keindahan. Mimpilah mengajak seluruh keluarga berkumpul bersama di sana. Reuni di surga-Nya.

Jadikan pernikahan sebagai ladang amal shalih menggapai ridha dan rahmat-Nya.  Jangan bercita-cita pendek dalam pernihakan kita, hanya ingin berhenti disini, di dunia ini. Tetapi ‘lemparkan’ mimpi kita hingga ke sana. Di jannah-Nya. Itulah puncak segala cita-cita.
(Kang Harits/ Jendela Keluarga)

 

 

Baca Juga

Kedermawanan Utsman bin Affan

MitraFM.com– Mungkin tak pernah terbayangbila satu bank di Saudi Arabia menyimpan rekening atas nama Utsman ...