RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Cara Mengenal Calon Suami dengan Benar

Cara Mengenal Calon Suami dengan Benar

muslimahberdoa1MitraFM.com– Telah lazim di jaman ini orang pacaran. Ketika ditanya untuk apa pacaran? Sebagian menjawab bahwa pacaran merupakan tahap mengenal calon istri atau suami sebelum menuju jenjang yang lebih tinggi, menikah. Jadi, pacaran itu dimaksudkan untuk mengenal kharakter masing-masing.

Ada yang nambahi, “Agar tidak seperti beli kucing dalam karung.” Atau yang paling lebay, “Emang nikah tanpa cinta bisa bahagia?”

Tapi tragisnya, kian tahun, usia anak pacaran kian kecil. Lihatlah, anak SMP pacaran. Bahkan anak SD juga ada yang pacaran. Apakah mereka pacaran untuk tujuan menikah? Tidak! Jadi apa tujuan pacaran sesungguhnya?!!!

Baiklah, ada yang berkata, “Kami pacaran serius untuk menuju pernikahan.” Mari kita bertanya kepada mereka yang berkata demikian. “Apa yang Anda dapatkan dari pacaran? Apakah dengan pacaran telah membuat Anda cukup merasa punya banyak ilmu untuk menjadi suami atau istri yang baik kelak?”

Ah, kita cukupkan saja sampai di situ. Sebab yang terjadi pasti debat kusir untuk membenarkan diri, bukan mendapatkan kebenaran!

Suatu kali saya ditanya seorang akhwat (mahasiswi) begini : “Kang, bagaimana saya bisa mengenali calon suami dengan baik jika tanpa pacaran?” Saya jawab, “Sederhana kok, jika ada seorang laki-laki datang menemui walimu (ayah) untuk memintamu menjadi istrinya, itu pertanda dia baik dan serius. Selanjutnya adalah tugas ayahmu menyelidiki siapa laki-laki itu.”

Lalu apa yang dilakukan Ayah/ wali untuk memastikan dia laki-laki baik? Ayah akan mencari informasi sedetail-detailnya tentang laki-laki itu melalui orang lain atau dengan caranya sendiri. Ayah akan memastikan bahwa laki-laki itu baik dan shalih dengan menanyakan beberapa hal diantaranya: di masjid mana biasanya sang calon menantu shalat jamaah, apakah dia berbakti kepada orangtuanya, apakah pekerjaannya halal, bagaimana sikap-sikapnya terhadap teman-temanya, tetangga, dan siapakah ustadz pembimbing sekaligus tempatnya ta’lim selama ini?

Nah, jika semua telah jelas, apakah Anda ragu menikah dengannya? Apakah anti perlu pacaran? Dan, setelah kalian dipertemukan di rumahmu, hati semakin mantab menjadikannya imam dalam hidupmu, pernikahan akan segera digelar. Di sinilah kemudian, cinta mulai disemai, tumbuh dan menemukan jalannya yang halal. Sebab, hanya di ladang pernihakan cinta boleh tumbuh dan berkembang.

Atau jika setelah dipertemukan ternyata salah satunya tidak bisa menerima, maka tidak ada sakit hati diantara keduanya. Engkau mungkin berkata, “Maaf akhi, biarlah kita bersaudara karena Allah, semoga Akhi, ditakdirkan dengan yang lebih baik dari saya.”

Sang laki-laki sejati akan berkata, “Allahu akbar. Semua atas izin Allah. Semoga anti kelak dijodohkan orang yang lebih baik dari saya.”

Kecewa pasti ada, tapi tidak saling menyakiti, in sya Allah.

Lebih indah mana Saudariku? (Kang Harits/ Jendela Keluarga)

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...