RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Terbang bersama Bidadari

Terbang bersama Bidadari

loveMitraFM.com– “Ukhti, aku berharap anak-anakku kelak memiliki hati yang hidup penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku butuh Ustadzah yang siap membimbing anak-anakku dan menjadikan rumahku sebagai madrasah peradaban. Apakah anti siap menjadi Ustadzah di rumahku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?”

Tidak tidak tidak. Sepenggal kalimat itu tidak nyata 🙂

Tahan nafas sebentar.

Hanya saja kalimat tadi cukup bisa mewakili sebuah tekad hati seorang ikhwan tatkala mengkhitbah seorang akhwat. Patah-patah kata terangkai gagap diiringi debaran hati dan deguban jantung yang kian kencang. Pelan tapi pasti keringat dingin keluar membasahi baju yang dikenakan sang ikhwan.

“Aku hendak menggenapkan sayap yang hanya sebelah ini agar bisa terbang,” gumamnya.

Tidak tidak tidak. Ini tidak nyata, sebab ketika khitbah yang ikhwan hadapi adalah orang tua akhwat. Tentu kalimatnya tidak seperti itu.

Saya hanya sedang menggoda teman-teman yang belum menikah. hehehe.. 🙂

Sekarang mari duduk dan bicara yang nyata dan lebih romantis. Dan, ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah menikah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah merahmati seorang suami yang bangun malam untuk menunaikan shalat. Dia bangunkan istrinya, jika istrinya enggan, maka ia percikkan air ke wajahnya. Dan Allah merahmati seorang istri yang bangun malam untuk menunaikan shalat. Dia bangunkan suaminya dan apabila suaminya enggan, maka ia percikan air ke wajahnya.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i Ibnu Majah)

Betapa indahnya jika hadits itu benar-benar kita amalkan. Ketika Suami bangun tengah malam, ia bangunkan Sang Istri, “Bidadariku, apakah engkau tidak takut tertinggal sementara aku ingin mengajakmu ke surga dengan qiyamullail ini. Bangun sayang, bangun dinda, mari shalat.”

Sebaliknya ketika Sang Istri bangun lebih dulu ia berkata, “Kekasihku, tidakkah kau ingin membawaku ke surga dengan qiyamul lail? Bukankah engkau ingin menjadikanku sebagai bidadari dunia akhirat? Bangun suamiku. Aku rindu bertemu denganmu di surga kelak. Mari shalat.”

Nah, ini baru nyata. (Kang Harits/ Jendela Keluarga)

 

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...