RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Umur Kita Pendek

Umur Kita Pendek

umurSaudaraku, usia terus bergerak.  Bertambah pada hitungannya. Tapi sejatinya ia berkurang. Usia kita hanya sepanjang nafas kita. Ya, hanya sebatas itu. Pendek. Ketika nafas kita habis, habis pula umur kita.

Bersiaplah dengan segala keadaan atas umur kita. Mari perhatikan dialog penuh hikmah seorang salafus shalih Hasan al-Bashri.

Suatu ketika beliau bertanya kepada para orang tua, “Wahai orang yang sudah lanjut usia. Apa yang ditunggu dari tanaman yang sudah tua?” Mereka pun serentak menjawab, “Panen raya!” Beliau pun lalu mengingatkan para pemuda yang ada di sekitarnya dengan nasihat, “Wahai para pemuda. Ketahuilah bahwa terkadang tanaman yang masih muda pun bisa rusak dan mati karena terkena hama sehingga ia tidak bisa sampai ke masa panen raya.”

Saudaraku, pesan  Hasan al Bashri begitu jelas. Malaikat maut datang tiba-tiba. Tidak harus menunggu usia kita mencapai enam puluh atau tujuh puluh tahun. Tidak. Bisa jadi hari ini adalah hari terakhir kita menikmati segarnya udara pagi.

Perhatikan kalimat demi kalimat muhasabah ini. “Tengoklah perjalanan hidup kita. Bukankah lima belas tahun di antaranya adalah masa kanak-kanak dan remaja dan masa kebodohan? Lalu masa tiga puluh sampai tujuh puluh jika kamu mencapai usia itu, adalah masa kelemahan fisik. Bukankah sebagian besar umur itu dihabiskan untuk tidur, sebagian lagi untuk makan, minum, dan mencari nafkah? Dan bukankah hanya sisanya dan hanya sebagian kecil waktu yang tersisa kita gunakan untuk beribadah?”

Saudaraku, nasehat ini begitu menggugah kesadaran. Ungkapannya menyentuh. “Tahukah kamu bahwa setiap satu rambut yang sudah berubah putih akan berkata kepada rambut yang berada di sampingnya, “Saudaraku, sesungguhnya kematian telah dekat, bersiap-siaplah kamu untuk menghadapinya?” Tahukah kamu bahwa setiap salah satu organ tubuh kamu sakit, maka ia menasihati organ tubuh yang lainnya, “Wahai saudaraku, inilah tanda-tanda yang pasti bahwa pesan dari langit telah disampaikan kepada sang pemilik organ tubuh?” Sadarkah kamu bahwa uban dan penyakit adalah utusan Allah kepada kita, yang bertugas memberitahukan bahwa ajal telah dekat?”

Saudaraku, sudah berumur berapakah kita sekarang? Imam Ibnu al-Jauzi berkata, “Wajib bagi setiap orang, tatkala usianya mencapai empat puluh tahun, untuk memusatkan perhatiannya pada persiapan bekal menuju akhirat dan menyadari sepenuhnya apa yang akan dihadapinya di hari akhirat. Setiap hari, hendaknya ia selalu siaga untuk melakukan perjalanan panjang.” (Kang Harits/ Muhasabah)

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...