RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Marah Sumber Keburukan

Marah Sumber Keburukan

MARAHMitraFM.com– Saudaraku, manusia. Selamanya tetap manusia dengan tabiat dan sifat-sifat kemanusiaannya. Sebagaimana kita lihat dan alami sendiri, kita pernah merasakan senang dan tidak senang. Ridha dan juga marah. Begitu pula Rasulullah pada sisi kemanusiaannya.

Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia, aku ridha seperti ridhanya manusia dan aku marah seperti marahnya manusia. Orang Muslim mana saja yang pernah aku caci dan aku cambuk, maka aku menjadikannya sebagai penebus (dosa) baginya.”

Saudaraku, marah adalah salah satu sifat manusiawi. Tapi ketahuilah bahwa makna manusiawi itu bukan berarti kita bebas melakukannya atas nama ‘saya manusia’. Bukan, bukan itu maknanya. Justru di sinilah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan yang indah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari)

Imam al-Munawi berkata, “Makna hadits ini: orang kuat (yang sebenarnya) adalah orang yang (mampu) menahan emosinya ketika kemarahannya sedang bergejolak dan dia (mampu) melawan dan menundukkan nafsunya (ketika itu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini membawa makna kekuatan yang lahir kepada kekuatan batin. Dan barangsiapa yang mampu mengendalikan dirinya ketika itu maka sungguh dia telah (mampu) mengalahkan musuhnya yang paling kuat dan paling berbahaya (hawa nafsunya).”

Saudaraku, ada begitu banyak nasehat tentang marah disampaikan salaf ash shalih. Mereka ketika bicara tentang marah selalu mengingatkan bahayanya.

Imam Ja’far bin Muhammad berkata: “(Melampiaskan) kemarahan adalah kunci segala keburukan”.

Imam Abdullah bin al-Mubarak al-Marwazi, ketika dikatakan kepada beliau: Sampaikanlah kepada kami (nasehat) yang menghimpun semua akhlak yang baik dalam satu kalimat. Beliau berkata: “(Yaitu) meninggalkan (menahan) kemarahan.”

Imam Ahmad bin Hambal dan imam Ishak bin Rahuyah ketika menjelaskan makna akhlak yang baik, mereka berdua mengatakan: “(Yaitu) meninggalkan (menahan) kemarahan.”

Semoga kita termasuk orang yang bisa menjaga diri dari marah! (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...