RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Orang Shalih Menjaga Bicara

Orang Shalih Menjaga Bicara

mulutMitraFM.com– Saudaraku, orang shalih adalah potret nyata kebaikan. Hari-hari dalam kehidupannya adalah kebaikan nyata. Aplikasi, bukan hanya konsep. Amal shalih.

Itulah mereka, orang yang kebaikannya layak diteladani. Nasehatnya layak diikuti, sebab mereka tidak hanya bicara, tapi juga beramal.

Saudaraku, sungguh, mereka tidak hanya bicara. Bahkan untuk urusan bicara pun mereka punya rambu-rambu diri yang menakjubkan. Itulah penjagaan diri orang-orang shalih itu agar tidak terjebak pada hanya bicara atau asal bicara.

Tentang bicara Umar bin Al-Khaththab berkata, “Barangsiapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barangsiapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barangsiapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya.”

Saudaraku, siapa kita dibanding orang-orang shalih itu?

Umar bin Khaththab hanyalah seorang potret. Masih banyak orang shalih lain yang juga memberi nasehat tentang bicara ini. Ibnu Mas’ud misalnya, beliau berkata, “Jauhilah fudhuulul kalam (pembicaraan yang melebihi keperluan). Cukup bagi seseorang berbicara, menyampaikan sesuai kebutuhannya.”

Saudaraku, Ibnu Buraidah mengatakan, “Aku melihat Ibnu ‘Abbas memegangi lidahnya sambil berkata ‘Celaka engkau, katakanlah kebaikan, engkau mendapatkan keberuntungan. Diamlah dari keburukan, niscaya engkau selamat. Jika tidak, ketahuilah bahwa engkau akan menyesal.’”

Layak untuk kita renungkan ungkapan seorang salaf, “Seorang mukmin itu menyedikitkan omongan dan memperbanyak amalan. Adapun orang munafik, dia memperbanyak omongan dan menyedikitkan amalan.”

Seorang salaf mengatakan, “Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku menguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku.”

Nasehat dari salaf yang lain menyebutkan, “Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan, Anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi.”

Semoga kita bicara hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Selainnya, tidak.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...