RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Belajar Qana’ah

Belajar Qana’ah

qona'ahMitraFM.com– Saudaraku, setiap makhluk telah diberi jatah rizkinya masing-masing. Rizki yang tidak tertukar antara satu dan lainnya. Tidaklah makhluk yang satu bisa mengambil rizki yang bukan jatahnya. Dan, atas pembagian tersebut kita diharuskan untuk qanaah.

Kaya dan miskin adalah pemberian Allah. Tetapi ingat bahkan kekayaan dan kemiskinan sesungguhnya bukan terletak pada sedikit banyaknya harta yang diperolehnya. Sebab tidak sedikit orang yang hartanya melimpah, tapi jiwanya miskin. Sebaliknya bagi mereka yang jiwanya kaya, harta yang sedikit tidaklah menyempitkan hatinya.

Saudaraku, suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Dzar Al-Ghifari. “Wahai Abu Dzar, apakah menurutmu banyaknya harta itu merupakan kekayaan?” Abu Dzar diam saja, tidak menjawab.

Pertanyaan itu lalu dijawab beliau sendiri, “Kekayaan hakiki adalah kekayaan hati; dan kemiskinan sejati adalah kemiskinan hati. Siapa yang memiliki kekayaan hati, maka kondisi  duniawi apapun yang dialaminya tidak akan mendatangkan kemudharatan baginya. Sebaliknya, siapa yang miskin hati, maka  apapun yang melebihi isi dunia  tidak akan pernah mencukupinya.” (HR. Ibnu Hibban)

Nah, sesungguhnya hati kita lah yang bisa mengukur kekayaan dan kemiskinan itu. Jika kita puas dengan yang sedikit (qanaah) maka kayalah kita. Sebaliknya jika dengan limpahan harta yaang kita miliki namun masih merasa kurang sesungguhnya hati kita begitu miskin dan jauh dari syukur.

Rasulullah bersabda, “Jadilah engkau orang yang wara’, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli ibadah; dan jadilah engkau yang selalu merasa cukup (qana’ah), niscaya engkau menjadi orang yang paling pandai bersyukur.” (HR. Al Baihaqi)

Saudaraku, qana’ah berarti merasa cukup, puas, dan ridha (menerima) terhadap bagian rizki atau apapun yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.

Orang yang qana’ah akan selalu merasa cukup. Hatinya tidak merasa kurang dan lisannya tidak mengeluh. Orang yang qana’ah tidaklah mereka serakah dalam meraih kekayaan, kedudukan, dan jabatan.

Qana’ah akan menumbuhkan kelapangan jiwa, zuhud, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa rizki dan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla itu sangat luas, tidak terbatas pada kedudukan dan jabatan yang disandang seseorang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi kecukupan dan Allah menjadikannya orang yang ridha terhadap apa yang diberikan kepadamu.” (HR.Muslim)

Saudaraku, Imam Syafi’i berkata, “Jika engkau mempunyai hati yang qana’ah, maka engkau dan pemilik dunia ini sama saja.

Ali bin abi Thalib berkata, “Qana’ah  itu merupakan kekayaan yang tidak pernah sirna.”

Rasulullah berpesan kepada Abu Hurairah, “Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’ niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah. Jadilah orang yang qana’ah niscaya engkau manjadi manusia yang paling bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi mukmin. Perbaguslah pergaulan dengan tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang muslim. Sedikitlah tertawa, karena banyak tertawa mematikan hati.” (HR. Ibu Majah) Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasabah)

Baca Juga

mitrafm.com Jangan Takut Berbagi

Jangan Takut Berbagi

MitraFM.com – Jangan Takut Berbagi. “Sebagian besar orang masih takut, ya takut untuk mengamalkan apa yang diyakini,” ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 3 =