RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Indahnya Syukur

Indahnya Syukur

syukurMitraFM.com– Saudaraku, syukur dan sabar selalu beriringan. Keduanya bergandengan indah. Ketika manusia ada pada kondisi-kondisi tertentu maka kedua sifat ini, syukur dan sabar adalah kebaikan yang harus diambil salah satunya untuk menyikapinya. Dan, itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang mukmin.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.

Saudaraku, hadits tersebut bicara tentang keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah)sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”

Di dalam Al-Qur’an, Allah memuji secara khusus hamba-hamba-Nya yang memiliki dua sifat ini sebagai orang-orang yang bisa mengambil pelajaran ketika menyaksikan tanda-tanda kemahakuasaan Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.” (QS. Luqman : 31)

Saudaraku, syukur bisa dilakukan dengan hati, lisan dan anggota badan. Syukur dengan hati yakni dengan berniat melakukan kebaikan dan menyembunyikan pada khayalak ramai. Syukur dengan lisan yakni dengan menampakkan kesyukuran itu dengan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa menceritakan ni’mat itu adalah wujud kesyukuran dan meninggalkan adalah wujud kekufuran.

Sementara bersyukur dengan anggota badan adalah menggunakan ni’mat-ni’mat Allah dalam ketaatan kepada-Nya dan menjaga diri dari bermaksiat dengannya.

Misalnya bersyukur atas kedua mata dengan menutup aib saudara yang terlihat dengan mata kita. Begitu pula bersyukur atas telinga kita yakni menutup telinga dari mendengar aib-aib saudara seiman.

Saudaraku, Imam Ibnul Qayyim berkata, “Syukur itu bisa dilakukan oleh hati dengan tunduk dan kepasrahan, oleh lisan dengan mengakui ni’mat tersebut, dan oleh anggota badan dengan ketaatan dan penerimaan.

Ibnu Qudamah,“Makhluk ini tidak mau mensyukuri ni’mat karena dua hal yaitu kejahilan dan kelalaian. Kedua sifat ini menghalangi mereka untuk mengetahui ni’mat. Karena tidak tergambar bahwa seseorang akan bisa bersyukur tanpa mengetahui ni’mat.Jika pun mereka mengetahui ni’mat mereka menyangka bahwa bersyukur itu hanya sebatas mengucapkan alhamdulillah atau syukrullah dengan lisan. Mereka tidak mengetahui bahwa makna syukur adalah mempergunakan ni’mat pada jalan ketaatan kepada Allah.”

“Hati yg hidup akan menggali segala macam ni’mat diberikan. Adapun hati yang jahil tidak akan menganggap sebuah ni’mat sebagai ni’mat kecuali setelah bala’ menimpanya,” terang beliau. Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasabah)

 

 

 

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...