RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Jemput Kemuliaan dengan Taubat

Jemput Kemuliaan dengan Taubat

taubatMitraFM.com– Saudaraku, jangan berpikir taubat adalah ibadah khusus bagi orang-orang yang banyak berbuat dosa. Sementara orang-orang yang taat kewajiban dan menjauhi larangan tidak perlu taubat.

Setiap mukmin membutuhkan taubat dan istighfar kepada Allah Ta’ala. Dan sungguh, semakin diri mengenal Allah, semakin banyak ia taubat dan istighfar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah potretnya. Beliau orang paling bertakwa, paling zuhud dan wara’, paling mulia akhlaknya. Bahkan beliau ma’shum. Meski demikian beliau paling banyak bertaubat dan beristighfar.

Beliau bersabda : “Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Taubat adalah bukti kedekatan diri dan ma’rifatullah. Itu artinya jika selama ini diri jarang bertaubat dan istighfar, jangan-jangan karena kita jauh dariNya?

Saudaraku, pintu taubat senantiasa dibuka. Segeralah memasukinya. Jangan sampai terlambat. Sebab ketika pintu itu ditutup kita akan dalam bahaya besar. Mari segera bertaubat!

Sebagai pelajaran,  kita simak penuturan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Dahulu, pada umat sebelum kalian, ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, kemudian ia ingin bertaubat. Maka ia mencari orang yang paling alim, dan ditunjukkan padanya seorang pendeta. Ia bertanya padanya : “Bahwa ia telah membunuh 99 jiwa, apakah masih ada taubat untuknya? Jawab pendeta: “Tidak ada.” Maka iapun membunuhnya, sehingga genap seratus orang yang sudah dibunuhnya.

Kemudian ia mencari lagi orang yang paling alim di muka bumi, dan ditunjukkan padanya seorang yang berilmu, lalu ia mengatakan sudah membunuh seratus jiwa, apakah masih ada taubat untuknya? Orang alim tadi menjawab : “Ya ada, tiada yang berhak menghalangimu bertaubat, pergilah ke negeri itu, di sana banyak orang yang taat beribadah kepada Allah, lalu beribadahlah seperti ibadah mereka, dan jangan kembali ke negerimu ini, karena ia tempat orang jahat.”

Maka pergilah orang itu. Ketika di tengah perjalanan, ajal menjemputnya. Maka Malaikat rahmat bertengkar dengan Malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata: “Ia telah berjalan untuk bertaubat kepada Allah dengan sepenuh hatinya.” Berkata Malaikat adzab: “Ia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali.” Lalu datanglah Malaikat dalam rupa manusia yang dijadikan sebagai hakim di antara mereka. Ia berkata:  “Ukur saja jarak dua dusun yang ditinggalkan dan yang dituju, maka mana yang lebih dekat masukkanlah ia ke dalam golongan penduduk itu.” Kemudian mereka mengukurnya dan mendapati jaraknya lebih dekat kepada negeri yang baik yang ditujunya, maka diambillah ruhnya oleh Malaikat rahmah.” (HR. BukhariMuslim)

Sungguh, taubat adalah jalan kemuliaan bagi setiap diri. Dengan taubat kita raih cintaNya. Sebab Allah mencintai orang-orang yang bertaubat. Wallahu a’lam.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...