RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Jangan Merasa Tidak Berdosa

Jangan Merasa Tidak Berdosa

tanyaMitraFM.com– Saudaraku, ketika diri melakukan dosa, namun merasa tidak melakukan dosa. Ini bahaya. Ibnul Qayyim berkata : “Hukuman terberat bagi suatu dosa adalah perasaan jiwa yang tidak merasa berdosa.”

Seperti meninggalkan shalat, puasa dan kewajiban-kewajiban lain sebagai seorang muslim, namun diri merasa aman dari dosa. Begitu pula dengan melakukan kemaksiatan, seperti berzina, minum khamer, tidak berjilbab ketika keluar rumah, dll diri merasa tenang-tenang saja, seolah tidak melakukan dosa.

Sungguh, perasaan tidak merasa berdosa adalah kain kafan yang membungkus hati yang mati. Semoga Allah menganugerai hati yang peka terhadap nasehat.

Saudaraku, orang-orang shalih dahulu, salafus shalih, begitu peka terhadap dosa-dosanya. Sampai ada yang berkata :“Tikus-tikus yang menganggu di rumahku karena dosa-dosaku.”

Sufyan Tsauri berkata : “Aku pernah tidak bisa shalat malam selama lima bulan karena satu dosa yang aku lakukan.” Temannya bertanya, “Dosa apa itu?” “Aku melihat seseorang menangis dan dalam hati aku berkata, ‘Orang itu menangis hanya untuk dipuji saja,’” jelas Sufyan.

Subhanallah, beliau tahu dosa yang dilakukan dan tahu dengan pasti akibatnya terhadap diri. Sebaliknya, di jaman ini pelakunya tidak bisa mengenalinya. Tidak peka atas apa yang menimpanya. Itulah sebabnya muncul perkataan, “Ya Allah apa dosaku, hingga Engkau memberi ujian seberat ini?”

Saudaraku, jangan pernah terbersit pikiran bahwa melakukan dosa atau maksiat tidak mendapatkan hukuman. Terlebih merasa bangga dengan berkata : “Itu buktinya, mereka bermaksiat tapi rejeki tetap saja lancar. Meraka tidak pernah ibadah, eh hidupnya damai-damai saja.”

Mari selalu ingat nasehat Ibnul Qayyim rahimahullah : “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.”

Nah, adakah yang lebih bahaya dari hukuman semacam itu? Astaghfirullah waatubu ilaih.

Mari senantiasa meminta ampunan kepada Allah atas dosa-dosa kita. Yahya bin Muadz berkata : “Ampunan Allah itu bisa menenggelamkan dosa-dosa. Bagaimana dengan keridhaan Allah? Keridhaan Allah itu bisa memenuhi semua harapan.”  Wallahu a’lam
(Kang Harits/ Muhasabah)

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...