RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Sebab-sebab Dosa Makin Besar

Sebab-sebab Dosa Makin Besar

banyak dosa 2MitraFM.com– Saudaraku, sebuah ungkapan mengatakan, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.” Setiap segala sesuatu yang terus ditumpuk dan ditabungakan membukit dan mengunung. Demikian pula dengan kebaikan dan keburukan. Jika itu sebuah kebaikan tentu menjadi prestasi tersendiri. Namun jika itu sebuah keburukan dan dosa maka bencana dunia akhirat akan kita terima.

Ya, dosa yang dilakukan terus menerus meskipun itu kecil akan membukit dan menggunung. Sebuah ungkapan mengatakan, “Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus, dan tidak ada dosa besar jika diikuti istighfar.”

Saudaraku, dosa juga akan makin membesar membukit dan menggunung jika kita meremehkannya. Benar, saat kita meremehkan dosa dan menganggpnya kecil (akibatnya) maka akan cenderung mudah melakukannya. Sebaliknya ketika seorang hamba menganggap dosa yang dilakukan tersebut besar maka ia akan berhati-hati dan tercegah melakukannya. Dan begitulah sifat orang mukmin.

Ibnu Mas’ud berkata : “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung sementara ia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya.” (R. Bukhari )

Saudaraku, segala sesuatu tidak boleh dibanggakan. Sebentuk kebaikan sekalipun. Apatah lagi dosa. Oleh karena itu bangga dengan dosa yang telah dilakukan serta menganggap melakukan dosa sebagai suatu nikmat, akan menjadikan dosa kecil menjadi besar.

Berhati-hatilah tatkala kita merasa indah dan manis ketika melakukan dosa. Sebab ia akan menjadi kemaksiatan yang besar dan besar pula pengaruhnya dalam menghitamkan hati.

Saudaraku, ketahuilah menampakan atau menceritakan dosa kepada orang lain adalah keburukan. Ia juga akan mempersulit pengampunan Allah. Dosa kecil menjadi besar karenanya.

Rasulullah bersabda : “Semua umatku dimaafkan oleh Allah kecuali orang yang berbuat (maksiat) terang-terangan. Dan di antara bentuk menampakkan maksiat adalah seorang melakukan pada malam hari perbuatan (dosa) dan berada di pagi hari Allah menutupi (tidak membeberkan) dosanya lalu dia berkata: ‘Wahai Si fulan, tadi malam aku melakukan begini dan begini.’ Padahal dia berada di malam hari ditutupi oleh Rabbnya namun di pagi hari ia membuka apa yang Allah tutupi darinya.” (HR. Bukhari) (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...